Latar belakang penelitian ini yaitu karena masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penyusunan surat dinas yang dilakukan oleh Aparat Desa di Kantor Kepala Desa Salakaria. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesalahan berbahasa dalam surat keluar di Kantor Kepala Desa Salakaria. Hasil penelitian yang diperoleh dari data analisis kesalahan berbahasa dalam surat keluar di Kantor Kepala Desa Salakaria sebagai berikut. 1) kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi sebanyak 5 kesalahan dengan presentase 2,7% terdiri dari perubahan fonem, penghilangan fonem dan penambahan fonem; 2) kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi sebanyak 4 kesalahan dengan presentase 1,3 %terdiri dari penghilangan afiks, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, dan penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata; 3) kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis sebanyak 30 kesalahan dengan presentase 17,3 % yang terdiri dari kesalahan bidang frasa, kesalahan dalam bidang kalimat, kalimat yang tidak bersubjek dan tidak berpredikat, kalimat yang tidak logis, penggunaan konjungsi yang berlebihan, dan penggunaan istilah asing; 4) kesalahan berbahasa dalam tataran semantik sebanyak 2 kesalahan dengan presentase 1,2 % pada kesalahan karena pemilihan kata yang tidak tepat; 5) kesalahan berbahasa dalam tataran wacana sebanyak 2 kesalahan dengan presentase 1,2% pada kesalahan koherensi; dan 6) kesalahan berbahasa dalam penerapan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan sebanyak 130 kesalahan dengan presentase 74,7% yang terdiri dari kesalahan penulisan huruf besar atau kapital, kesalahan penulisan huruf miring, kesalahan penulisan kata, kesalahan penulisan lambang bilangan, kesalahan penulisan unsur serapan, dan kesalahan penulisan tanda baca.