Mohammad Fattah
Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistematika Dakwah dalam Aliran Aswaja dan Syiah: Sebuah Pendekatan Teks-teks Hadits Tematik Mohammad Fattah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.948 KB) | DOI: 10.28944/bayan lin-nass.v1i1.143

Abstract

Hadits merupakan dalil kedua setelah al-Quran yang digunakan oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah sehari-hari. Para ulama Sunni menjadikan al-Kutub al-Sittah sebagai kitab hadits yang dijadikan panduan dan rujukan setelah al-Quran. Justru, kedudukan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut dapat dibagikan kepada tiga pembagian hadits yang utama yaitu hadits sahih, hasan dan da'if. Sedangkan Ulama Syiah menjadikan kitab Usul al-Kafi karangan al-Kulayni yang dianggap memiliki taraf yang sama dengan al-Kutub al-Sittah. Kajian ini ingin memastikan bahwa sebuah hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut diaplikasikan dan diamalkan di kalangan Sunni dan Syiah. Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis bahan-bahan kajian. Kitab utama yang digunakan ialah al-Kutub al-Sittah dan Usul al-Kafi karangan al-Kulayni. Pengumpulan data dilakukan melalui pengelompokan beberapa unsur yang dipastikan sebagai hadits masyhur di kalangan umat Islam dan keasliannya bersumber dari Rasulullah SAW. Hasil kajian ini mendapati bahwa hadits-hadits dalam al-Kutub al-Sittah meliputi hadits marfu' yang disandarkan kepada Rasulullah SAW, atau hadits mauquf yang disandarkan kepada para sahabat dan hadits maqtu' yang disandarkan kepada para tabi'in. Sedangkan kitab Usul al-Kafi pula banyak meliputi hadits mauquf yang disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Talib, Ja'far al-Sadiq bin Ali dan yang lainnya dari kalangan sahabat dan tabi'in. Oleh karena itu, teks-teks hadits yang terdapat dalam kitab Usul al-Kafi lebih sesuai dikategorikan sebagai Athar karena diucapkan dan dikatakan oleh selain Rasulullah SAW.
PENCATATAN ILMU DALAM PERSPEKTIF HADIS Ahmadi Ahmadi; Mohammad Fattah; Riadlatul Amalia
Holistic al-Hadis Vol 9 No 2 (2023): July -December 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v9i2.8165

Abstract

Books as one of the educational tools that need to support the educational process are important. Because it contains various knowledge that will be transformed to students. Also, including Islamic students. This article will discuss the importance of recording knowledge in the perspective of the hadith of the Prophet Muhammad. This research uses a literature study approach. The primary data sources in this study were the book Shaḥīḥ Al-Bukhāri by Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Barduzbah Al-Ju'fi Al-Bukhori and the book Fatḥul Bārī bi Syarḥi Shaḥīḥ al-Bukhāri by Al-Hafizh Ibnu Hajar Al- Asqalani. While secondary data sources in this study are books, journals and other documents related to the discussion in this study. From the results of the research found in Shaḥīḥ al-Bukhāri, there are at least four hadiths relating to the recording of knowledge, namely in hadith numbers 111, 112, 113 and 114. It is also obligatory to record legal knowledge since the time of the Prophet Muhammad SAW. even though a person has a strong memory, it will decrease with age. Recording of knowledge: writing, note-taking and literacy, is one of the important things, so that it can be known or learned by the next generation
Sistematika Dakwah dalam Aliran Aswaja dan Syiah: Sebuah Pendekatan Teks-teks Hadits Tematik Mohammad Fattah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayan lin-nass.v1i1.143

Abstract

Hadits merupakan dalil kedua setelah al-Quran yang digunakan oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah sehari-hari. Para ulama Sunni menjadikan al-Kutub al-Sittah sebagai kitab hadits yang dijadikan panduan dan rujukan setelah al-Quran. Justru, kedudukan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut dapat dibagikan kepada tiga pembagian hadits yang utama yaitu hadits sahih, hasan dan da'if. Sedangkan Ulama Syiah menjadikan kitab Usul al-Kafi karangan al-Kulayni yang dianggap memiliki taraf yang sama dengan al-Kutub al-Sittah. Kajian ini ingin memastikan bahwa sebuah hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut diaplikasikan dan diamalkan di kalangan Sunni dan Syiah. Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis bahan-bahan kajian. Kitab utama yang digunakan ialah al-Kutub al-Sittah dan Usul al-Kafi karangan al-Kulayni. Pengumpulan data dilakukan melalui pengelompokan beberapa unsur yang dipastikan sebagai hadits masyhur di kalangan umat Islam dan keasliannya bersumber dari Rasulullah SAW. Hasil kajian ini mendapati bahwa hadits-hadits dalam al-Kutub al-Sittah meliputi hadits marfu' yang disandarkan kepada Rasulullah SAW, atau hadits  mauquf  yang disandarkan kepada para sahabat dan hadits maqtu' yang disandarkan kepada para tabi'in. Sedangkan kitab Usul al-Kafi pula banyak meliputi hadits mauquf yang disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Talib, Ja'far al-Sadiq bin Ali dan yang lainnya dari kalangan sahabat dan tabi'in. Oleh karena itu, teks-teks hadits yang terdapat dalam kitab Usul al-Kafi lebih sesuai dikategorikan sebagai Athar karena diucapkan dan dikatakan oleh selain Rasulullah SAW.