Ahmad Zulfikar Ali
Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KONSEP TABLIGH MAJELIS KIAI DALAM MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep) Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.355 KB) | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i1.415

Abstract

Konflik Kepentingan antarkelompok yang terjadi di Indonesia berakibat pada munculnya isu perpecahan negara kesatuan republik Indonesia. Hal tersebut memunculkan prasangka saling curiga ditegah masyarakat terhadap berbagai kelompok dan tokoh yang aktif bersosialisasi di tengah tengah masyarakat, tidak terkecuali pondok pesantren dan kiai yang selama ini dianggap lembaga dan tokoh sakral oleh masyarakat yang senantiasa menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.Dengan kondisi demikian, perlu kiranya mengkaji dinamika dakwah dan pesantren, khususnya pada kegiatan yang menguatkan negara kesatuan republik Indonesia untuk menjawab berbagai keresahan di tengah masyarakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kulitatif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber penelitian adalah Para Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Hasil temuan di lapangan yang diperoleh bahwa konsep tabligh Majelis Kiai Al-Amien Prenduan terpusat pada bidang pendidikan melalui pengajaran di pondok pesantren dengan semboyan Al-Amien Prenduan “Berdiri diatas dan untuk semua golongan”, semua hal tersebut dilakukan berlandaskan Al-Qur-an dan Hadist. Faktor pendukung para majelis kiai Al-Amien Prenduan yaitu dari segi kuantitas audiens yang banyak, dorongan motivasi dan prinsip akan berhasil (optimis) dan citra besar Al-Amien Prenduan, kemudian faktor penghambat yaitu latar belakang audiens yang beragam. Kata Kunci : Konsep Tabligh, Majelis Kiai, Kesatuan NKRI
TRADISI KOMUNIKASI DI PESANTREN (Studi tentang Model Komunikasi Kiai dengan Santri dalam Perspektif Komunikasi Intrabudaya di Pondok Pesantren As-Sulthaniyah Banyuates Sampang) Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.688

Abstract

Komunikasi sebagai suatu proses mengandung arti bahwa kegiatan komunikasi itu berlangsung secara beruntun serta berkaitan antara satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Implikasi dari terjadinya komunikasi adalah adanya model komunikasi yang selalu menyertai tindak komunikasi.Penelitian ini mendeskripsikan model komunikasi kiai dengan santri. Pesantren sebagai sub-budaya yang spesifik mempunyai tata nilai yang berbeda dengan budaya dominan yang berkembang di masyarakat sekitarnya. Tata nilai tersebut membentuk homogenitas prilaku dan sikap yang berkembang di lingkungan pesantren.Fenomena model komunikasi di Pesantren As-Sulthaniyah dideskripsikan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini fokus pada model dan proses perilaku komunuikasi sebagai salah satu bagian dari sistem budaya, yang berfungsi di dalam keseluruhan konteks budaya.Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi yang terjadi antara kiai dan santri di pondok pesantren As-Sulthoniyah Banyuater Sampang terjadi pada  tahap yang berbeda, yaitu tahap ankulturasi, tahap akulturasi, dan tahap asimilasi. Adapun model komunikasi yang terjadi di pesantren As-Sulthoniyah dapat dikelompokkan dalam model Komunikasi Transaksi, Model Komunikasi Ritual dan Ekspresif, Model Komunikasi Publisitas, Model Komunikasi Resepsi.
Mempertahankan Eksistensi Radio Sebagai Media Dakwah (Studi Pada Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan) Ahmad Zulfikar Ali; Mohammad Fauzi
Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2020): Dirosat: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/dirosat.v5i1.950

Abstract

The existence of an Islamic-based radio is felt to be very important considering that Islam must be widespread and conveying the truth is the responsibility of Muslims as a whole. In the midst of this situation, Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan comes with an effective Islamic da'wah radio format which is always carried out by Islamic boarding schools. Al-Amien Prenduan for the creation of strong management-based institutionalization of da'wah. This research is intended to find out how the strategy used by Radio Swara Da'wah Al-Amien Prenduan (RASDA) FM 107.7 in maintaining its existence as a propaganda medium. This research is a qualitative research, with data collection techniques used are observation, interview and documentation methods. The analytical method used in this research is descriptive analysis to explain how the strategy is carried out to maintain its existence as a da'wah media. The results of this study indicate that in general the strategy used by Rasda radio in maintaining its existence is a communication strategy and radio broadcasting strategy. In particular, by implementing a communication strategy internally and externally. Internally, namely conducting evaluation meetings once a week and once a month. Externally, namely by expanding the network in the form of cooperation with other da'wah bureaus. While the factors that support Rasda FM as a da'wah media are the presence of sophisticated technological tools. The inhibiting factors are broadcasting and technical errors, such as lack of preparation, lack of concentration and damage to a device.
PERILAKU PENGGUNAAN INTERNET PADA REMAJA DESA AENG PANAS KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Ahmad Zulfikar Ali; Mohammad Yasin
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i2.914

Abstract

Increasingly sophisticated technological developments affect human attitudes and behavior in carrying out their daily lives. This influence can be seen by the widespread use of the internet both among adults and adolescents. This is not surprising if you see the various functions and benefits that can be obtained through the use of the internet. This can be seen when assessing the internet from the positive side only. However, like the media in general, if viewed from a negative side, some things that are not good for society will be found. Teenagers are one of the many groups of people who use the internet in their daily lives, teenagers who tend to be active and always filled with great curiosity encourage them to continue to cultivate their existence in facing the current digital era. With this unique typology of teenage characters, this research was conducted to find out how teenagers behave in using the internet and how the impact of internet use on teenagers is.From the results of the study it was found that the internet has become a daily need for teenagers with a duration of internet use between 1 to 12 hours. The internet is used to find information, add insight, and communicate with each other.The impacts arising from internet use on adolescents tend to be negative with several field generations in the form of; often forget the time, lazy to study, lack of socializing, calls parents behind, busy being alone, and more concerned with himself when together.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN PRODUK AMDK BARIKLANA Ahmad Zulfikar Ali; Habibatul Muthi’ah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.915

Abstract

AbstrakKomunikasi pemasaran adalah salah satu langkah awal untuk memperkenalkan produk di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, komunikasi pemasaran perlu dilakukan untuk menjaga  dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk tersebut. Penelitian ini  bertujuan Untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Pemasaran Produk AMDK Bariklana Yang Dilakukan Oleh Kopontren Al-Amien Prenduan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulannya menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil dari penelitian strategi komunikasi pemasaran pada produk AMDK ini adalah dengan memperhatikan hal-hal dalam komunikasi pemasaran seperti menggunakan periklanan dan promosi penjualan. Yaitu mengandalkan alumni, Dari segi kemasan yang membuat pelanggan merasa tertarik untuk mencoba mengkonsumsi air ini, Kemudian rasa yang berbeda dari merek lain, sangat baik bagi kesehatan, hingga menjadi langganan tetap. Bariklana ini juga menetapkan sebuah Harga yang  terjangkau, sehingga masyarakat luas langsung memilih produk ini, dari periklanan yang alumni terapkan yaitu dengan pemberian Banner agen bariklana di setiap outlet yang menjadi agen resmi bariklana, pemostingan Poster bariklana di media sosial yang dimilikinya. Kata Kunci : Komunikasi, Strategi, Pemasaran
PERILAKU PENGGUNAAN INTERNET PADA REMAJA DESA AENG PANAS KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Ahmad Zulfikar Ali; Mohammad Yasin
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i2.914

Abstract

Increasingly sophisticated technological developments affect human attitudes and behavior in carrying out their daily lives. This influence can be seen by the widespread use of the internet both among adults and adolescents. This is not surprising if you see the various functions and benefits that can be obtained through the use of the internet. This can be seen when assessing the internet from the positive side only. However, like the media in general, if viewed from a negative side, some things that are not good for society will be found. Teenagers are one of the many groups of people who use the internet in their daily lives, teenagers who tend to be active and always filled with great curiosity encourage them to continue to cultivate their existence in facing the current digital era. With this unique typology of teenage characters, this research was conducted to find out how teenagers behave in using the internet and how the impact of internet use on teenagers is.From the results of the study it was found that the internet has become a daily need for teenagers with a duration of internet use between 1 to 12 hours. The internet is used to find information, add insight, and communicate with each other.The impacts arising from internet use on adolescents tend to be negative with several field generations in the form of; often forget the time, lazy to study, lack of socializing, calls parents behind, busy being alone, and more concerned with himself when together.
TRADISI KOMUNIKASI DI PESANTREN (Studi tentang Model Komunikasi Kiai dengan Santri dalam Perspektif Komunikasi Intrabudaya di Pondok Pesantren As-Sulthaniyah Banyuates Sampang) Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v6i1.688

Abstract

Komunikasi sebagai suatu proses mengandung arti bahwa kegiatan komunikasi itu berlangsung secara beruntun serta berkaitan antara satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Implikasi dari terjadinya komunikasi adalah adanya model komunikasi yang selalu menyertai tindak komunikasi.Penelitian ini mendeskripsikan model komunikasi kiai dengan santri. Pesantren sebagai sub-budaya yang spesifik mempunyai tata nilai yang berbeda dengan budaya dominan yang berkembang di masyarakat sekitarnya. Tata nilai tersebut membentuk homogenitas prilaku dan sikap yang berkembang di lingkungan pesantren.Fenomena model komunikasi di Pesantren As-Sulthaniyah dideskripsikan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini fokus pada model dan proses perilaku komunuikasi sebagai salah satu bagian dari sistem budaya, yang berfungsi di dalam keseluruhan konteks budaya.Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi yang terjadi antara kiai dan santri di pondok pesantren As-Sulthoniyah Banyuater Sampang terjadi pada  tahap yang berbeda, yaitu tahap ankulturasi, tahap akulturasi, dan tahap asimilasi. Adapun model komunikasi yang terjadi di pesantren As-Sulthoniyah dapat dikelompokkan dalam model Komunikasi Transaksi, Model Komunikasi Ritual dan Ekspresif, Model Komunikasi Publisitas, Model Komunikasi Resepsi.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN PRODUK AMDK BARIKLANA Ahmad Zulfikar Ali; Habibatul Muthi’ah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v5i2.915

Abstract

AbstrakKomunikasi pemasaran adalah salah satu langkah awal untuk memperkenalkan produk di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, komunikasi pemasaran perlu dilakukan untuk menjaga  dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk tersebut. Penelitian ini  bertujuan Untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Pemasaran Produk AMDK Bariklana Yang Dilakukan Oleh Kopontren Al-Amien Prenduan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulannya menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil dari penelitian strategi komunikasi pemasaran pada produk AMDK ini adalah dengan memperhatikan hal-hal dalam komunikasi pemasaran seperti menggunakan periklanan dan promosi penjualan. Yaitu mengandalkan alumni, Dari segi kemasan yang membuat pelanggan merasa tertarik untuk mencoba mengkonsumsi air ini, Kemudian rasa yang berbeda dari merek lain, sangat baik bagi kesehatan, hingga menjadi langganan tetap. Bariklana ini juga menetapkan sebuah Harga yang  terjangkau, sehingga masyarakat luas langsung memilih produk ini, dari periklanan yang alumni terapkan yaitu dengan pemberian Banner agen bariklana di setiap outlet yang menjadi agen resmi bariklana, pemostingan Poster bariklana di media sosial yang dimilikinya. Kata Kunci : Komunikasi, Strategi, Pemasaran
KONSEP TABLIGH MAJELIS KIAI DALAM MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep) Ahmad Zulfikar Ali
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v4i1.415

Abstract

Konflik Kepentingan antarkelompok yang terjadi di Indonesia berakibat pada munculnya isu perpecahan negara kesatuan republik Indonesia. Hal tersebut memunculkan prasangka saling curiga ditegah masyarakat terhadap berbagai kelompok dan tokoh yang aktif bersosialisasi di tengah tengah masyarakat, tidak terkecuali pondok pesantren dan kiai yang selama ini dianggap lembaga dan tokoh sakral oleh masyarakat yang senantiasa menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.Dengan kondisi demikian, perlu kiranya mengkaji dinamika dakwah dan pesantren, khususnya pada kegiatan yang menguatkan negara kesatuan republik Indonesia untuk menjawab berbagai keresahan di tengah masyarakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kulitatif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber penelitian adalah Para Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Hasil temuan di lapangan yang diperoleh bahwa konsep tabligh Majelis Kiai Al-Amien Prenduan terpusat pada bidang pendidikan melalui pengajaran di pondok pesantren dengan semboyan Al-Amien Prenduan “Berdiri diatas dan untuk semua golongan”, semua hal tersebut dilakukan berlandaskan Al-Qur-an dan Hadist. Faktor pendukung para majelis kiai Al-Amien Prenduan yaitu dari segi kuantitas audiens yang banyak, dorongan motivasi dan prinsip akan berhasil (optimis) dan citra besar Al-Amien Prenduan, kemudian faktor penghambat yaitu latar belakang audiens yang beragam. Kata Kunci : Konsep Tabligh, Majelis Kiai, Kesatuan NKRI