Putu Eka Suarmika
Prodi PGSD FKIP UNARS

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PERMAINAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL ANAK MATA PADA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SDN 3 SEMAMBUNG KECAMATAN JATIBANTENG KABUPATEN SITUBONDO Siti Zubaidah; Putu Eka Suarmika
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 1 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.887 KB)

Abstract

Banyak penyebab yang melatar belakangi pendidikan IPS belum dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Faktor penyebabnya dapat berpangkal dari kurikulum, rancangan, pelaksana, pelaksanaan ataupun faktor-faktor pendukung pembelajaran. tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui langkah - langkah metode permainan aktif dalam meningkatkan kemampuan interpersonal anak pada pembelajaran IPS pokok bahasan Mengenal Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi di Indonesia semester ganjil kelas V di SDN 3 Semambung Kec.Jatibanteng Kabupaten Situbondo tahun ajaran 2012/2013; 2) untuk mengetahui kemampuan interpersonal anak dengan penerapan metode permainan aktif untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak pada pembelajran IPS dengan pokok bahasan Mengenal Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi di Indonesia kelas V semsester Ganjil di SDN 3 Semambung tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini yang digunakan penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian yang menjadi objek penelitian adalah, SDN 3 Semambung Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas V berjumlah 18 orang. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus I tanggal 26 November 2012 dan siklus II tanggal 3 November 2012.Hasil penelitian ini terdapat peningkatan aktivitas siswa yang positif pada siklus I dan II meliputi : bertanya dari 55% menjadi 65,21% mengerjakan tugas dari 60,23% menjadi 81,3% mengajukan pendapat dari 65% menjadi 78%. Hasil tersebut membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran metode permainan aktif dapat meningkatkan kemampuan siswa yang positif dalam proses belajar mengajar. penerapan metode permainan aktif pada mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal usaha dan jenis-jenis kegiatan ekonomi siswa kelas V SDN 3 Seambung Kecamatan Jatibanteng dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru untuk diterapkan dalam pembelajaran
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KERANGKA TUBUH MANUSIA PADA SISWA KELAS 4 SDN 2 PESISIR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Misbahul Munir; Putu Eka Suarmika
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 1 No 2 (2013): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.946 KB)

Abstract

The condition of learning in SDN 2 Coast does not meet expectations. Percentage of mastery learning students in grades 4 obtained from the daily tests on the skeletal material nanusia showed that students who completed the study only about 45%. The purpose of this study were: 1) To clarify the application demonstration method to improve the learning outcomes of the human skeleton material science in grade 4 Coastal SDN 2; 2) To improve student learning outcomes in the material science of the human skeleton with the application of methods of demonstration. The subjects were students of class 4 subdistricts Coastal Besuki SDN 2 Situbondo the odd semester of the school year 2012/2013, totaling 22 students consisting of 7 male students and 15 female students. The research method in this study is action research and the study design used a model of Kemmis and Taggart. Student learning outcomes using the demonstration has increased significantly from the first cycle to the second cycle. In the first cycle of learning outcomes of students who have mastery learning as many as 15 students. While students who have not achieved mastery learning as much as 7 students. In the second cycle learning outcomes of students who have mastery learning as much as 19 students. While students who have not achieved mastery learning as much as 3 students