`Ikawati Minto Palupi
SMP Negeri 2 Juwiring Klaten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 2 JUWIRING `Ikawati Minto Palupi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 8 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v8i1.598

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk meningkatkan motivasi belajar melalui layanan penguasaan konten dengan teknik multimedia pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Juwiring; 2) untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar melalui layanan penguasaan konten dengan teknik multimedia pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Juwiring. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Juwiring yang berjumlah 18 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan konseling yang berbasis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan masing-masing siklus memiliki empat kegiatan utama yaitu : planning (perencanaan), action (tindakan), observation (observasi) dan reflexion (refleksi). Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, yang terdiri dari dua pertemuan tiap siklus. Metode pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian ini maka simpulannya adalah : 1) motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik multimedia; 2) terdapat perubahan yang positif yaitu berupa peningkatan yang signifikan pada motivasi belajar siswa setelah diberi layanan penguasaan konten dengan teknik multimedia. Hal ini dibuktikan dengan : 1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari prosentase skor antara 40% – 55% yang termasuk dalam kategori rendah menjadi antara 70% – 85% yang termasuk dalam kategori tinggi.