Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Mobilisasi dan Masase Kulit Pada Pasien Stroke Terhadap Terjadinya Luka Dekubitus di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua Adi Arianto; Dewi Tiansa Barus; Daniel Suranta Ginting
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4552

Abstract

Penyakit stroke menyebabkan pasien mengalami gangguan mobilisasi yang menyebabkan pasien harus tirah baring yang terus menerus sehingga memungkinkan terjadinya luka tekan yang diakibatkan dari adanya tulang yang menonjol pada tubuh pasien serta kelembaban pada kulit. Pencegahan dekubitus sejak dini merupakan tanggung jawab utama perawat, salah satunya adalah melakukan intervensi keperawatan mengubah alih baring dan masase kulit yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi dari berbagai sistem dan mempertahankan integritas kulit. Penelitian ini mengunakan rancangan Quasy Eksperiment dengan desain One Group Pre test – Post test.  Populasinya adalah seluruh pasien stroke yang dirawat di RSU SEMBIRING Deli Tua. Responden dalam penelitian ini sebanyak 16 orang. Analisa data dilakukan secara bertahap yaitu analisa univariat untuk mengetahui karakteristik responden dan analisa bivariat untuk melihat pengaruh antara variabel dependent dan independent dengan menggunakan Uji One Sample T. Test. Kemudian didapatkan hasil nilai p value sebesar = 0,000 α = 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kemampuan mengubah alih baring dan masase kulit pada pasien stroke dapat mencegah terjadinya luka dekubitus. Berdasarkan penelitian yang diperoleh ini bahwa adanya pengaruh intervensi alih baring dan masase kulit yang signifikan pada pasien stroke terhadap terjadinya luka dekubitus di RSU SEMBIRING Deli Tua
Pengaruh Relaksasi Otot Progressif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien DM Tipe II Di Rumah Sakit Estomihi Medan Tahun 2022 Daniel Suranta Ginting; Joko Sutejo; Rini Debora Silalahi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.5696

Abstract

Relaksasi progresif otot ada di dalam teknik Relaksasi yang tidak perlu dibayangkan, konsentrasi atau sugesti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi progresif otot terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes mellitus tipe II di RS Estomihi Medan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan kelompok pre dan post control. Setiap kelompok terdiri dari 7 responden. Perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah relaksasi diperiksa dengan uji Paired-Sample T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar glukosa darah. Rata-rata kadar glukosa darah adalah 36,2 mg/dl dengan nilai p = 0,018. Pada hari kelima terjadi penurunan kadar glukosa darah tertinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan relaksasi otot progresif dengan penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi perawat untuk memiliki relaksasi otot progresif sebagai intervensi keperawatan mandiri dan sebagai standar manajemen pada pasien DM tipe II
Pengaruh Breathing Exercise Terhadap Level Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hermodialisa Di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua Tahun 2025 Daniel Suranta Ginting; Hengki Frengki Manullang; Adi Arianto
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11651

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau Chronic Kidnery Diseraser (CKD) adalah kondisi yang ditandai olerh pernurunan fungsi ginjal, yang berrperran pernting dalam mernjaga kerserhatan tubuh . Kerlerlahan (Fatiguer) adalah sernsasi subjerktif yang tidak mernyernangkan, merliputi perrasaan lerlah, lermah, dan pernurunan ernerrgi, dan serring mernjadi kerluhan utama bagi pasiern yang mernjalani dialisis. Hermodialisis adalah suatu berntuk terrapi yang digunakan untuk mernggantikan fungsi ginjal dalam prosers permberrsihan darah serrta pernghilangan produk sisa yang tidak diinginkan dari tubuh. Salah satu terrapi non farmakologi untuk mernurunkan kerlerlahan adalah Brerathing Exerrciser derngan latihan perrnapasan merrangsang sisterm saraf parasimpatik, yang dapat merningkatkan produksi erndorfin, mernurunkan dernyut jantung, mermperrluas kapasitas paru-paru, dan mermbuat otot-otot mernjadi lerbih rilerks yang dilakukan serlama 15 mernit .Tujuan pernerlitian ini berrtujuan untuk merngertahui Perngaruh Brerathing Exerrciser terrhadap lerverl fatiguer pada pasiern gagal ginjal yang mernjalani hermodialisa di Rumah Sakit Umum Sermbiring. Mertoder pernerlitian mernggunakan dersain pernerlitian prer-erksperrimerntal derngan pernderkatan oner group prerterst-postterst dan perngambilan samperl sercara purposiver sampling serbanyak 18 orang, serrta derngan perngolahan data mernggunakan uji wilcoxon. Alat yang digunakan adalah Lermbar obserrvasi. Hasil pernerlitian pernurunan lerverl fatiguer rerspondern serberlum perrlakuan dikertahui bahwa dari 18 rerspondern rata- rata merngalami kerlerlahan berrat derngan hasil 30.33, serdangkan rata-rata lerverl fatiguer sersudah perrlakuan yaitu 49.83 dan terrdapat perngaruh yang signifikan antara permberrian interrvernsi brerathing erxerrciser terrhadap kerlerlahan (Fatiguer) derngan hasil (p = 0,000) (a = < 0,05). Kersimpulan pernerlitian terrdapat perngaruh brerathing erxerrciser terrhadap lerverl fatiguer pada pasiern gagal ginjal yang mernjalani Hermodialisa di Rumah Sakit Umum Sermbiring