Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PEMAHAMAN KETUKANGAN SIPIL TERHADAP SNI 2847:2013 TENTANG PERSYARATAN BETON STRUKTURAL UNTUK BANGUNAN GEDUNG Zuraida, Siswanti; Margono, Romi Bramantyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. This research conducted to determine the understanding of the civil craftmanship according to SNI 28847:2013 on requirements for Concrete Structural Building. The Indicator in this research are concrete material standard, reinforced concrete standard, and concrete on site construction standard. Respondents consisted of college students and several construction practitioners surveyed using online questionnares and interviews. Based on the results obtained by analysis of the distribution of about 132 respondents consisting 85 college students respondents and 47 construction practitioners with diverse background positions. The majority college student are 3rd and 5th semester student while construction Practitioners respondents with 0-5 years field experience. The result of this analysis also shows the level of understanding respondents to concrete indicator standard that is 72% respondent understand about concrete material standard, 53 % respondent understand about reinforced concrete standard, and 48% respondent understand about concrete workmanship standard on site construction.Keyword: SNI 2847:2013, concrete, craftmanship  Abstrak:  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman ketukangan Sipil terhadap SNI 2847:2013 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Indikator dalam penelitian ini yaitu standar bahan beton, standar tulangan beton dan standar pengerjaan beton di lapangan. Responden terdiri dari mahasiswa dan praktisi konstruksi yang disurvey menggunakan kuisioner online dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sebaran responden sebanyak 132 terdiri dari 85 responden mahasiswa dan 47 responden praktisi dengan berbagai latarbelakang posisi. Sebagain besar responden mahasiswa duduk di semester 3 dan 5 sementara untuk responden praktisi yaitu tukang dengan pengalaman lapangan 0-5 tahun. Hasil analisis juga menunjukan tingkat kepamahan respoden terhadap indikator standar beton yaitu 72% responden paham mengenai standar bahan beton, 53% responden yang paham standar tulangan beton dan 48% responden yang paham standar pengerjaan beton di lapanga. Kata Kunci: SNI 2847:2013, beton, ketukangan
Mitigasi Emisi Pengawetan Bambu sebagai Material Konstruksi Berkelanjutan Larasati ZR, Dewi; Zuraida, Siswanti
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.107

Abstract

Proses konstruksi dengan menggunakan pendekatan pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah keniscayaan, yang dibutuhkan dalam mengurangi dampak buruk pembangunan bagi generasi yang akan datang. Penggunaan material bambu sebagai material berkelanjutan, merupakan salah satu upaya implementasi pembangunan berkelanjutan. Namun demikian, akibat rendahnya daya tahan bambu, pengawetan bambu dibutuhkan untuk memperpanjang usia, namun hasil studi menunjukkan beberapa jenis pengawetan oleh masyarakat menggunakan bahan pengawet yang memiliki efek negatif pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai teknik pengawetan bambu oleh masyarakat yang ada saat ini serta menganalisis pengaruhnya pada lingkunga. Metode yang digunakan dengan cara menghitung besarnya emisi yang dikeluarkan oleh setiap jenis teknik pengawetan bambu yang ada di masyarakat, kemudian meninjau besarnya biaya lingkungan (eco-cost) atas besarnya emisi yang dikeluarkan tersebut. Adapun dampak lingkungan yang diidentifikasi antara lain adalah dampaknya pada kesehatan (human health), racun bagi lingkungan sekitar (ecotoxicity) dan penggunaan sumber daya dalam proses pengawetan (resource depletion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu teknik pengawetan melalui perendaman dengan kapur barus dan diterjen memiliki tingkat emisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pengawetan bambu lainnya. Dengan adanya hasil identifikasi ini, diharapkan dapat dimanfaatkan dalam menentukan pilihan teknik pengawetan bambu yang lebih ramah lingkungan, sehingga dampak negatif bagi lingkungan yang lebih besar dapat dicegah.