Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Orang Tua Karir dalam Mengembangkan Karakter Religiusitas Anak Aam Amaliyah
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 2, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v2i1.2832

Abstract

The role of parents in education is something that is very important to determine the success of their children's education. Between the role of parents in developing the character of children's religiosity that need to be considered in a child's moral development is mutually sustainable. The attitude of parents must be in accordance with what is taught to children. One of the roles of parents described above is as a motivator or motivator. Motivation in question can be in the form of encouragement to learn. At the time of learning sometimes the child will experience difficulties and decreased enthusiasm. Parents must provide encouragement so that children are more enthusiastic in learning and able to overcome difficulties. Religious character is a human character that always relies on all aspects of life to religion. Making religion a guide and role model in every speech, attitude, and deed, obeying the commands of God and avoiding the prohibition, if we refer to Pancasila, it clearly states that Indonesian people must believe in God Almighty with the consequences of carrying out all the teachings of their religion.
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MEMBENTUK SIKAP POSITIF SISWA Aam Amaliyah; Putri Rahmalia
Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v5i2.3814

Abstract

Abstrak: Dalam rangka membangun manusia Indonesia yang seutuhnya, pengembangan layanan bimbingan kelompok bagi siswa merupakan sarana dan wahana yang sangat baik untuk pembinaan sumber daya manusia. Bimbingan kelompok yang keberadaannya semakin dibutuhkan dalam kalangan mahasiswa merupakan suatu badan yang mempunyai fungsi sangat penting. Dengan kata lain bimbingan dan konseling mempunyai peran dalam mencarikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam usaha mengembangkan potensinya. Bimbingan kelompok berfungsi untuk membantu kelancaran dan kesuksesan kehidupan seseorang, artinya dengan adanya bimbingan kelompok di sekolah secara intensif akan memberi dampak baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang akhirnya akan kembali pada keberhasilan mahasiswa tersebut.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Dakota terhadap Hasil Belajar Siswa Maijul Fauziah; Aam Amaliyah
Journal of Primary Education (JPE) Vol 1, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpe.v1i1.3604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajarmatematika siswa kelas IV yang diajarkan menggunakan alat peraga dakota lebih baik dari pada yang diajarkan tidak menggunakan alat peraga dakota di SD Negeri 61 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelas IV A berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol dan kelas IV B berjumlah 27 orang sebagaikelompok eksperimen. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu alat peraga dakota sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes soal essay. Teknik analisis data menggunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV yang diajarkan menggunakan alat peraga dakota lebih baik dari pada yang diajarkan tidak menggunakan alat peraga dakota di SD Negeri 61 Kota Bengkulu. Dapat dibuktikan juga dengan hasil perhitungan Uji t yaitu thitung sebesar 3,383 dan nilai ttabel untuk dengan df 52 pada taraf signifikan 5% yaitu 1,674. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa thitung lebih besar dari ttabel (3,383 > 1,674). Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar yang menggunakan alat peraga dakota dan yang tidak menggunakan alat peraga dakota.