Harry Pribadi Garfes
Ahwal Al-Syakhshiyah, STAI Indonesia Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik Pernikahan Dini Di Kalangan Mahasiswa Lipia Jakarta dan Implementasinya Terhadap Proses Pendidikan Harry Pribadi Garfes; Abdul Azzam Lathif
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.120

Abstract

Pernikahan adalah akad yang sangat kuat yang mengadung ketentuan-ketentuan hukum kebolehan hubungan seksual dengan lafadz nikah dan kata-kata yang semakna dengan untuk membina rumah tangga yang sakinah dan untuk mentaati perintah Allah SWT dan melakukanya merupakan ibadah. Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi Mahasiswa LIPIA Jakarta dalam memutuskan untuk menikah di usia muda dan juga bagaimana pengaruh pernikahan muda bagi mereka yang melaksanakannya. Dewasa ini sering sekali terjadi pernikahan dini di kalangan mahasiswa LIPIA Jakarta. Secara umum pernikahan dini di kalangan mahasiswa LIPIA Jakarta terjadi karna adanya kesadaran mahasiswa terhadap hukum-hukum Allah yang tidak dinginkan seperti zina, maksiat. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut maka, pernikahan adalah solusi yang di halalkan agama Islam. Penelitian yang berjenis kualitatif ini, dilakukan dengan pendekatan lapangan, dan menggunkan teknik analisis deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan yang utuh berdasarkan hasil wawancara, yang kemudian dituangkan kedalam kesimpulan tanpa menambah dan menguranginya. Adapun hasil atau kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Pertama, penyebab ataupun alasan mahasiswa LIPIA Jakarta melakasanakan pernikahan di usia muda dikarenakan memang dari keinginan diri sendiri yang sudah ada jauh hari dari hari pernikahan, adanya tawaran dari pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga laki-laki untuk melaksanakan pernikahan di usia muda. Dan juga ada kesadaran diri untuk menjaga kerohanian pribadi dari kemaksiatan karna dengan menikah bisa membentengi diri dari godaan-godaaan kemaksiatan terkhusus perempuan. Dan juga agaknya ingin mempunyai teman hidup yang bisa diajak cerita ataupun meneruskan kehidupan secara bersama yang kemudian kedua pasangan ini merasakan mawaddah, sakinah, warahmah. Kedua, pengaruh dari pernikahan dini yaitu, mencoba menjadi dewasa lebih dini karena banyak faktor yang menyebabkan harusnya bersikap dewasa terhadap diri sendiri maupun pasangan.
Implementasi Premarital Check Up Sebagai Syarat Pra Nikah Di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Abang Fahrul Shodikin; Harry Pribadi Garfes
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.123

Abstract

Salah satu persyaratan administrasi ketika hendak mengajukan permohonan pernikahan yang harus dilengkapi adalah surat keterangan sehat dari kedokteran atau puskesmas, surat keterangan sehat dikeluarkan setelah dilakukan tes kesehatan oleh instsnsi yang berwenang dengan mengeluarkan hasil yang valid dan diakui. Tujuan dari penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui urgensi premarital check up sebagai syarat pra pernikahan, kemudian bagaimana implementasinya di masyarakat, mengingat pentingnya premarital check up untuk mewujudkan rumah tangga yang sehat, harmonis dan bahagia. Penelitian ini bertolak dari pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, selaras dengan ligitimasi pemerintah yang meghasruskannya, hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan rumah tangga dan keturunan yang di hasilkan selama berumah tangga, namun masih banyaknya pasangan yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan, maksudnya penulis terjun langsung ke lapangan dalam hal ini yaitu Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanah Abang dan melakukan observasi serta wawancara kepada Kepala KUA Tanah Abang, Penghulu KUA Tanah Abang, Staf KUA Tanah Abang dan pasangan calon pengantin, Teknik analisi data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan bahwasanya terdapat data yang menunjukkan tentang pelaksanaan premarital check up sebagai syarat pra pernikahan di wilayah Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanah Abang, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih dirasa kurang maksimal, sebab pelaksanaan premarital check up tersebut hanya diwajibkan terhadap calon pengantin wanita dengan pemberian imunisasi Tetanus Toxoid sedangkan calon pengantin laki-laki tidak diwajibkan, dan tentunya ini akan menjadi sebuah kejanggalan dan perlu dibenahi lagi, agar semua calon pengantin berada dalam kondisi sehat ketika hendak melangsungkan pernikahan.
Peran KUA dalam Meminimalisir Kasus Pernikahan Dini Di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Tsania Kareema; Harry Pribadi Garfes
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.127

Abstract

Pernikahan dini atau yang biasa disebut sebagai pernikahan di bawah umur yaitu pernikahan yang dijalankan oleh orang yang belum mencapai batas usia minimal yang sudah ditetapkan oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 sebagai pengganti dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang batas usia perkawinan. Letak kecamatan Sukmajaya berada di Kota Depok, meskipun berada di Kota tetap tidak menutup kemungkinan terjadinya pernikahan dini. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari Kantor Urusan Agama dalam meminimalisir pernikahan dini di Kecamatan Sukmajaya, hal ini mengingat kasus pernikahan dini yang terdata atau tidak terdata semakin banyak dilingkungan kecamatan tersebut, sehingga, perlu adanya solusi dan peran yang nyata dalam mengatasi persoalan pernikahan dini yang ditakutkan akan memiliki dampak buruk dalam hubungan rumah tangga, karena pasangan yang menikah dini tersebut belum memiliki kematangan mental serta tidak memiliki pengatahuan yang cukup untuk membina rumah tangga, selanjutnya penelitian ini juga ingin melihat faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini dan bagaimana dampak dari pernikahan dini di Kecamatan Sukmajaya. Jenis penelitian penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan lapangan guna mengumpulkan data-data primer melalui wawancara dengan kepala KUA dan penghulu KUA serta pihak lain yang dirasa perlu, sedangkan data sekundernya yaitu pengumpulan dokumen atau buku referensi yang dapat menunjang penulis dalam menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu: peran KUA Kecamatan Sukmajaya dalam meminimalisir pernikahan dini sudah baik, mulai dari menerapkan Pembatasan Usia Perkawinan sampai dengan melakukan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Adapun dampak yang dihasilkan dari pernikahan dini sangat beragam, kebanyakan dampak tersebut memiliki efek yang berbahaya, baik bagi orang tua maupun anak yang dihasilkan dari pernikahan dini. Faktor yang mempengaruhinya pun beragam, baik itu datangnya dari diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.