Endang Nurjanah
Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (STAIINDO) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dakwah Dan Majelis Taklim Babul Ibad Yuni Ratna Dewi; Endang Nurjanah
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 16 No 01 (2021): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v16i01.134

Abstract

Dinamika keagamaan di masyarakat mendorong berkembangnya lembaga kajian agama. Kondisi ini menuntut adanya sumberdaya da’i yang mumpuni baik secara kuantitas maupun kualitas. Majelis Taklim Babul Ibad merupakan salah satu penyelenggara pelatihan dakwah sebagai respon dari meningkatnya jumlah remaja putri yang mengikuti pengajian rutin majelis taklim dan bercampur dengan ibu-ibu jamaah majelis taklim. Program pelatihan dakwah yang dilakukan telah direncanakan dan dilaksanakan agar mencapai tujuan yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan dakwah sebagai metode aktivitas dakwah serta melihat hasil yang telah dicapai oleh program pelatihan dakwah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan sifat dan jenis deskriftif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara dengan sumber primer pengurus dan jama’ah majelis taklim. Data terhimpun diperiksa kredibilitas sumber, teknik, dan waktu untuk dianalisis secara induktif dengan melakukan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan dakwah yang dilaksanakan sangat terukur dan terencana dengan baik. Hal ini tampak dari adanya visi, misi, dan tujuan, serta proses pelatihan yang berjenjang dengan materi-materi pelatihan yang disesuaikan pada setiap jenjangnya, yaitu: 1) Tingkat dasar dengan materi-materi dasar agama Islam disertai pelatihan untuk ceramah dan MC. 2) Tingkat persiapan dengan materi agama Islam lainnya disertai pelatihan berpidato atau ceramah lebih intensif. 3) Tingkat lanjutan dengan materi pengembangan serta mulai diterjunkan kelapangan baik sebagai penceramah, MC, qari’, amil zakat, dan lain-lain. Metode aktivitas pelatihan dakwah yang diterapkan memiliki tiga metode pelatihan, yaitu: dalam dakwah dengan lisan, dakwah dengan tulisan, dan dakwah dengan tindakan. Pelatihan dakwah yang diselenggarakan belum mencapai hasil yang optimal, menimbang bahwa peserta pelatihan masih dalam tingkat dasar meskipun telah dilibatkan dalam kegiatan dakwah di lapangan. Hasil pelatihan paling nampak yang telah dicapai peserta pelatihan adalah meningkatnya keberanian dan percaya diri untuk berbicara di depan umum.