syaiful anam
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Akad Tidak Bernama Dalam Hukum Kontrak Bisnis Syariah Rudiansyah Rudiansyah; Syaiful Anam
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v6i1.3693

Abstract

Studying unnamed contracts is an important requirement for economic business actors, especially sharia economic actors. The rapid development of the economy and business requires business actors to study unnamed contract forms in sharia business practices in order to respond to the challenges of the times. This research will examine unnamed contracts in sharia business contract law. This type of research is library research, which is a study by examining data from various literature. The results of the study show that unnamed contracts are contracts that are not specifically regulated in fiqh books and do not have special provisions. This contract is made and determined by the parties according to their needs. The provisions that apply in this contract refer to the provisions of the general theory of the contract (naẓriyyat al-'aqd) and are guided by the principle of freedom of contract (mabda' ḥurriyat at-ta'āqud). An example of an unnamed contract is istishnā', bai al -wafa, istijrār, tahkīr, book publishing contracts, advertising contracts, auction contracts, fiduciary contracts, leasing contracts, franchising contracts, consignment contracts, lease purchase agreements and others.
Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Al-Quran Dan Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih Arif Usman; Fiqqi Assidieq Bahresy; Wahyu Rizky Romadhon; Afrizon Afrizon; Syaiful Anam; Jumadi Jumadi
An-Nuha Vol 6 No 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v6i1.779

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) based on the Quran and Sunnah according to the understanding of Salafus Shalih at Pondok Pesantren Ihya' As-Sunnah Singkut, Jambi. In the midst of modern educational challenges, the Salafiyah model offers a return to the purity of Islamic teachings (Tasfiyah) and authentic upbringing (Tarbiyah). This research uses a qualitative descriptive case study approach with data collected through learning observations, in-depth interviews with administrators and teachers (Ustadz), and curriculum documentation. The findings show that: (1) The curriculum integrates the National and Pesantren Curriculum with emphasis on Aqidah Tauhid, Tahfidz Al-Quran, and Arabic; (2) Learning methods prioritize talaqqi, memorization, and practicing sunnah; (3) Educational orientation places Adab (manners) before Ilm (knowledge). The implication is the formation of students with strong religious identity, skills, and noble character following the guidance of Prophet Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.
ISLAMIC WORLDVIEW DI DUNIA PENDIDIKAN Syaiful Anam; Aris Munandar; Listiatul Wahada
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 Juni (2019): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v1i1.2

Abstract

Islamic worldview adalah pandangan hidup yang dimulai dari konsep ke- Esaan Tuhan (syahadad) yang berimplikasi pada keseluruhan kegiatan manusia di dunia.Islamic worldview diartikan juga sebagai visi tentang realitas dan kebenaran, yang terbaca oleh mata hati kita dan yang menerangkan tentang hakikat wujud yang sesungguhnya, sebab totalitas dunia wujud itulah yang diproyeksikan Islam. Profesionalisasi dunia pendidikan yang terintegrasi dengan Islamic worldview mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam rangka pencapaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. Pengembangan dunia pendidikan dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kompetensi siswa dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu hasil belajar siswa dan memiliki pandangan hidup Islami. Hal yang paling utama yang harus diperhatikan dalam membangun peradaban umat adalah cara pandang terhadap Islam. Artinya pandangan umat Islam harus menggunakan pandangan atau cara berpikir yang berasas Islam, menghadirkan Islam dalam semua lini kehidupan baik Politik, Ekonomi, Pendidikan, Sains dan sektor-sektor lainnya. Sebab Islam yang bersumber dari Alquran membahas secara universal tentang politik. Tatanan pemerintahan yang sesuai agar bisa menjalankan syariat, bagaimana menata kehidupan yang baik dan wilayahnya bisa berdaulat dan bermartabat juga rakyatnya bisa sejahtera. Peradaban Islam adalah peradaban yang dibangun oleh ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dari pandangan hidup Islam. membangun peradaban Islam harus dimulai dengan membangun pemikiran umat Islam, meskipun tidak berarti kita berhenti membangun bidang-bidang lain. Mengubah Islamic world view/framework atau cara pandang umat kepada cara pandang Islam (prinsip Islam) adalah kunci bangkitnya peradaban Islam. Sebab peradaban itu muncul dari pandangan yang melahirkan tindakan dan berbuah Ilmu Pengetahuan.
SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI ALJAZAIR Syaiful Anam
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 Desember (2019): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v1i2.11

Abstract

Aljazair adalah bagian dari geografis dan ekonomi dari etnik Maghrib yang mendominasi wilayah Muslim dari Barat Libya hingga Samudera Atlantik. Orang Muslim di Aljazair bisa dibagi ke dalam dua bagian, yaitu bangsa Arab dan bangsa Berber. Penduduk asli di Aljazair adalah suku Berber. Aljazair beberapa kali dikuasai oleh bangsa asing. Hal ini disebabkan oleh keadaan penduduknya yang terbagi-bagi kedalam berbagai suku. Sebelum kedatangan Prancis, konsep pendidikan di Aljazair memberikan mata pelajaran tentang ilmu Al-Qur’an, tafsir, aritmatika dan lain-lain. Kemudian dengan dibuat kebijakan baru oleh Prancis, metode belajar dirubah dengan menggunakan bahasa dan budaya Prancis membuat sekolah-sekolah lokal terpaksa ditutup. Kondisi ini membuat sebagian besar anakanak tidak bisa melanjutkan pendidikannya, karena yang mampu untuk melanjutkan pendidikannya hanya keluarga daru kalangan atas saja. Ditambah lagi dengan datangnya warga Prancis secara berbondong-bondong ke Aljazair membuat semakin sedikit peluang bagi anak-anak pribumi untuk sekolah.