Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ilustrasi Sosok-Sosok Makhluk Imajiner Dalam Lakon Wiracarita Batara Kamasara A.K Patra Suwanda
Wacadesain Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.554 KB) | DOI: 10.51977/wacadesain.v1i1.196

Abstract

ABSTRAK Dalam Naskah Wangsakerta edisi Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara (PRiBN) pada Sargah satu, Parwa satu sampai dengan empat, terdapat uraian yang menyatakan tentang suatu zaman di Tatar Parahyangan (pulau Jawa), yakni zaman Nirleka. Pada zaman ini terbagi dalam beberapa babak, yaitu : Satwapurusa, Butapurusa, Yaksapurusa, Janmapurusa (Harakalpa), dan Dwitya Purwayuga. Berdasarkan terjemahan dari teks ini, zaman Nirleka dihuni oleh makhluk-makhluk raksasa, setengah hewan setengah manusia, hewan-hewan purba, manusia kera, makhluk yang berkulit hitam kemerahan, dan manusia purwa. Hasil kajian dari teks ini menjadi data yang kemudian ditransformasikan secara imajinatif ke dalam bentuk rupa, yakni ilustrasi sosok makhluk berdasarkan interpretasi dari naskah tersebut. Karya ilustrasi sosok makhluk ini merupakan pijakan awal bagi terciptanya karya komik yang berjudul Wiracarita Batara Kamasara : Kronik Manusia Unggul dalam Perang Suci Kabuyutan. Tema cerita yang diangkat adalah tentang keperwiraan seorang anak manusia bernama Kamasara yang berjuang merebut, memperjuangkan, dan mempertahankan Kabuyutan (mandala sakral) dari kekejaman dan kelicikan wangsa siluman, wangsa raksasa beserta antek-anteknya. Kata Kunci : Naskah Wangsakerta, Zaman Nirleka, Transformasi, Ilustrasi.
Public Relations Pemerintah Indonesia dalam Pengelolaan Citra dan Media terkait Promosi Ibu Kota Nusantara Abdullah, Yogi; Patra Suwanda, A.K; Budiman, Arif
TEKNO : Jurnal Penelitian Teknologi dan Peradilan Vol 2 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pengadilan Negeri Bale Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62565/tekno.v2i2.62

Abstract

Alat Bantu Talents Mapping (TM) Sebagai Interaksi Simbolik dalam Promosi Kesehatan Mental. Bukan hanya sebagai personality test, talents mapping (TM) dikenalkan lebih dalam dapat digunakan sebagai media dalam mempromosikan kesehatan mental. Menggunakan metodelogi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dimana keunikan alat bantu sebagai media promosi kesehatan mental. Karya ilmiah ini melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan bahwa alat bantu talents mapping (TM) sebagai media interaksi simbolik dalam dalam mengembangkan keterampilan diri pribadi maupun sosial sehingga meningkatkan kesehatan mental seseorang. Alat bantu talents mapping (TM) ini didalamnya terdapat (1) sebagai media promosi kesehatan mental, (2) sebagai pemahaman mengenal diri, (3) sebagai penggalian potensi kekuatan diri. Penggunaan alat bantu bukan hanya pada kalangan tertentu namun juga lebih besar lagi ruang lingkupnya kepada masyarakat yang lebih luas
Alat Bantu Talents Mapping (TM) Sebagai Promosi Kesehatan Mental Pascanoviera Robaeni, Tiara; Patra Suwanda, A.K; Krisna Cambara, Hegar
TEKNO : Jurnal Penelitian Teknologi dan Peradilan Vol 2 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pengadilan Negeri Bale Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62565/tekno.v2i2.63

Abstract

Alat Bantu Talents Mapping (TM) Sebagai Interaksi Simbolik dalam Promosi Kesehatan Mental. Bukan hanya sebagai personality test, talents mapping (TM) dikenalkan lebih dalam dapat digunakan sebagai media dalam mempromosikan kesehatan mental. Menggunakan metodelogi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dimana keunikan alat bantu sebagai media promosi kesehatan mental. Karya ilmiah ini melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan bahwa alat bantu talents mapping (TM) sebagai media interaksi simbolik dalam dalam mengembangkan keterampilan diri pribadi maupun sosial sehingga meningkatkan kesehatan mental seseorang. Alat bantu talents mapping (TM) ini didalamnya terdapat (1) sebagai media promosi kesehatan mental, (2) sebagai pemahaman mengenal diri, (3) sebagai penggalian potensi kekuatan diri. Penggunaan alat bantu bukan hanya pada kalangan tertentu namun juga lebih besar lagi ruang lingkupnya kepada masyarakat yang lebih luas.
Analisis Ekspresi Visual Fotografi Seni Pertunjukan Tari Sunda Suwanda, A.K Patra
TEKNO : Jurnal Penelitian Teknologi dan Peradilan Vol 2 No 1 (2024): Februari
Publisher : Pengadilan Negeri Bale Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62565/tekno.v2i1.29

Abstract

Sebagai salah satu alat komunikasi, fotografi senantiasa berperan menjadi media pendokumentasi dalam momen tertentu yang berfungsi sebagai penyampai pesan dan memiliki muatan estetis. Sebagai medium yang dapat merekam gambar dan momen peristiwa ataupun fenomena kehidupan, fotografi dapat menangkap dan menjadikannya catatan bentuk visual yang abadi. Dalam tulisan ini, materi yang akan dibahas bertema tentang seni pertunjukan, atau lebih spesifiknya lagi karya fotografi pertunjukan seni tari. Herfan Rusando, Fotografer yang telah berkimpung selama puluhan tahun di dunia seni pertunjukan di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung telah memunculkan beberapa karya seni fotografi yang menarik untuk dikaji dan dianalisis. Setidaknya ada 3 (tiga) buah karya fotogarfi yang akan ditelaah, yaitu : Tari Sulintang, Tari Padusari, dan Dramatari Somantri – Sokrasna. Metode untuk mengkaji ketiga karya tersebut yakni : Teori Estetika dan Metode Kualitatif Analisis Fotografi. Dipilihnya karya fotografi seni tari ini merupakan tantangan tersendiri, mengingat masih langkanya tulisan yang memuat tema fotografi seni pertunjukan. Diharapkan dengan munculnya tulisan ini ke permukaan ada pihak-pihak yang menyadari bahwa seni tari tradisi Sunda sebagai produk budaya bisa diapresiasi oleh berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda.