Ulfatun Nisa
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu Jl. Raya Lawu No.11 Tawangmangu Karanganyar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengadaan Bahan yang Baik, Ketepatan Dosis dan Monitoring Efek Samping Merupakan Langkah untuk Mendapatkan Obat Herbal yang Berkualitas Ulfatun Nisa
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.231 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.288

Abstract

Obat tradisional asli milik bangsa Indonesia adalah jamu. Jamu telah menjadi bagian budaya dan kekayaan alam Indonesia dan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010 menunjukkan bahwa penggunaan jamu oleh masyarakat Indonesia lebih dari 50%. Bahan baku yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan hasil klinis yang bagus. Bahan baku yang bermutu meliputi 3 aspek yaitu Aman, bermutu dan berkhasiat. Dosis yang tepat membuat tanaman obat bisa digunakan untuk pengobatan sedangkan jika berlebih bisa menjadi racun. Dosis bisa dibedakan menjadi 2 jenis antara lain untuk formula empiris dan formula baru, sehingga penentuan dosisnya pun akan berbeda antara 2 formula tersebut. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini karena pada tanaman obat terdapat suatu mekanisme yang disebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eleminating Subtanted). Ada beberapa tanaman obat yang baru diketahui melalui penelitian mengenai efek samping yang timbul ataupun interaksi yang bersamaan antara obat tradisional dan dengan obat konvensional. Sehingga monitoring obat tradisional sangat dibutuhkan dalam fasilitas pelayanan kesehatan.