Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi senyawa metabolit sekunder, menentukan sifat toksisitas dan aktivitas antimikroba ekstrak dan senyawa dari kulit batang M. umbellata. Proses ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa metabolit sekunder dari kulit batang M. umbellata dilakukan dengan cara maserasi, teknik kromatografi, dan kristalisasi serta rekristalisasi. Uji toksisitas dengan metode BSLT menggunakan Artemia salina, kemudian uji antibakteri dan antijamur dengan metode difusi agar (difusi Kirby-Bauer). Berdasarkan data spektra hasil pengukuran FTIR, UV-Vis, NMR (1D dan 2D NMR), maka isolat senyawa diidentifikasikan sebagai asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, ekstrak metanol, heksan, kloroform, dan etil asetat, dari kulit batang M. umbellata bersifat toksik terhadap A. salina, namun ekstrak metanol paling toksik terhadap A. salina dengan nilai LC50 169,863 ppm. Ekstrak etil asetat dan senyawa 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, pada konsentrasi 1000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambatan ? 14 mm. Ekstrak metanol memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur C. albicans dengan diameter zona hambat 10, 48 mm. Sedangkan ekstrak kloroforom dan heksan memperlihatkan daya hambat yang lemah terhadap bakteri dan jamur uji dengan zona hambat < 10.00 mm.