Usman Usman
Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senyawa Triterpenoid dari Kulit Batang Melochia umbellata dan Bioaktivitasnya Usman Usman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi senyawa metabolit sekunder, menentukan sifat toksisitas dan aktivitas antimikroba ekstrak dan senyawa dari kulit batang M. umbellata. Proses ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa metabolit sekunder dari kulit batang M. umbellata dilakukan dengan cara maserasi, teknik kromatografi, dan kristalisasi serta rekristalisasi. Uji toksisitas dengan metode BSLT menggunakan Artemia salina, kemudian uji antibakteri dan antijamur dengan metode difusi agar (difusi Kirby-Bauer). Berdasarkan data spektra hasil pengukuran FTIR, UV-Vis, NMR (1D dan 2D NMR), maka isolat senyawa diidentifikasikan sebagai asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, ekstrak metanol, heksan, kloroform, dan etil asetat, dari kulit batang M. umbellata bersifat toksik terhadap A. salina, namun ekstrak metanol paling toksik terhadap A. salina dengan nilai LC50 169,863 ppm. Ekstrak etil asetat dan senyawa 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, pada konsentrasi 1000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambatan ? 14 mm. Ekstrak metanol memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur C. albicans dengan diameter zona hambat 10, 48 mm. Sedangkan ekstrak kloroforom dan heksan memperlihatkan daya hambat yang lemah terhadap bakteri dan jamur uji dengan zona hambat < 10.00 mm.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Mangrove Rhizopora mucronata: Antioxidant and Antidiabetic Activity Testing of Mangrove Leaf Extracts (Rhizopora mucronata) Usman Usman; Dwi Fildzania; Imam Fauzi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan antioksidan serta antidiabetes ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata. Tumbuhan sampel yang digunakan diambil di pesisir pantai Muara Badak. Sampel daun mangrove R. mucronata yang telah dikeringkan diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi secara partisi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, diklorometan dan etil asetat. Ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata dilanjutkan dengan uji fitokimia menggunakan uji warna, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, uji antidiabetes menggunakna metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Hasil uji fitokimia ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata positif mengandung senyawa metabolit golongan alkaloid, flavonoid, tannin, dan fenolik. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total diklorometan memiliki nilai IC50 sebesar 70,38 ppm dan hasil uji antidiabetes berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok V dengan dosis 250 mg/kgBB yaitu sebesar 68,78%. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 59,89 ppm sedangkan untuk hasil uji antidiabetes ekstrak etil asetat berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok IV dengan dosis 125 mg/kgBB yaitu sebesar 28,89%. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak total diklorometan dan etil asetat memiliki aktivitas antioksida dengan kategori kuat. Ekstrak diklorometan berpotensi sebagai antidiabetes karena mampu menurunkan kadar glukosa dengan persentase penurunan kadar glukosa yang tertinggi.