Tri Hayat Ariwibowo
SMA Negeri 3 Banjarbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MUSEUM LAMBUNG MANGKURAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Tri Hayat Ariwibowo
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3356

Abstract

This paper aims to determine the role of Museum Mangkurat as a source of teaching history. The method used in this paper is reinforced circuitry historical method of observation and literature. The survey results revealed that the Museum Mangkurat have a major role to education development. Especially in teaching and learning history. Museums and history simply can not be separated, because the election of the museum as a source of teaching history is very precise.Learners can learn firsthand by seeing, understanding and direct experience so that learning becomes enjoyable and meaningful. The learning process in this museum can be done using methods trips and CTL (Contextual Teaching and Learning). With the use of methods trips and CTL make history teaching more accepted by learners, leaving the impression of monotonous, boring and rote.Keywords: Museum, History, Field Trips, and CTL.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran Museum Lambung Mangkurat sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah yang diperkuat dnegan observasi dan studi pustaka.Dari hasil penelitian diketahui bahwa Museum Lambung Mangkurat mempunyai peran besar terhadap perkembangan pendidikan. Terutama dalam proses belajar mengajar sejarah. Museum dan sejarah memang tidak dapat dipisahkan, karena itu pemilihan museum sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah sangat tepat.Peserta didik dapat belajar secara langsung dengan melihat, memahami, dan mengalami langsung sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna. Proses belajar mengajar di museum ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode karya wisata dan CTL (Contextual Teaching and Learning). Dengan penggunaan metode karya wisata dan CTL menjadikan pembelajaran sejarah lebih diterima oleh peserta didik, meninggalkan kesan monoton, membosankan dan hapalan.Kata Kunci: Museum, sejarah, karya wisata, dan CTL.