Masa Yubelium Gea
Prodi S1 Teologi STT Banua Niha Keriso Protestan Sundermann Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memberitakan Injil, dengan atau Tanpa Upah? Studi Eksegetis 1 Korintus 9:1-23 Masa Yubelium Gea
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 14 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v14i2.71

Abstract

Membangun konsep dasar yang benar tentang panggilan memberitakan Injil pada hakikatnya sangat menentukan keberhasilan pelayanan yang diemban. Jika pemberitaan Injil dilihat sebagai anugerah, maka tugas itu merupakan berkat dan kesukaan, tetapi jika dilihat sebagai pilihan maka tugas pemberitaan akan ditentukan oleh situasi dan kondisi. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana pendeta di BNKP yang diurapi untuk melayani dapat melakukan pelayanannya dalam segala situasi dan kondisi yang mungkin terjadi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dan biblika (eksegesis). Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa situasi dan kondisi jemaat terkini turut memengaruhi pelayanan yang dilakukan oleh pendeta. Kesungguhan dan komitmen pendeta mengalami pasang surut ketika kondisi jemaat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini bertolak belakang dengan pelayanan Paulus yang mengalami banyak suka-duka dalam memberitakan Injil. Situasi dan kondisi jemaat yang ia layani sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk memberitakan Injil. Hal itu disebabkan oleh pemahamannya terhadap pemberitaan Injil adalah anugerah dan Tuhan sendiri yang memilih dan memberikan tugas itu untuk dilaksanakan. Karena itu, para pendeta perlu menanamkan konsep yang benar tentang dasar panggilan dalam memberitakan Injil; memberitakan Injil merupakan anugerah, bukan pilihan.