Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KARAKTER SPIRITUAL KEAGAMAAN SISWA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Asep Muljawan; Saiful Ibad
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v21i1.98

Abstract

Pendidikan merupakan ujung tombak dalam mempersiapkan generasi harapan masa depan. Salah satu ciri generasi tersebut adalah memiliki karakter spiritual keagamaan. Tulisan ini mengkaji pengembangan karakter spiritual keagamaan berdasarkan alqur’an, hadits dan pandangan para ulama dengan metode atau pendekatan tematik-normatif. Karakter yang dimaksud antara lain: (1) belajar harus dilandasi niat karena Allah (Ikhlas), (2) menerapkan karakter profetik (sidq, amanah, tabligh, dan fathonah), (3) fokus belajar dan haus ilmu pengetahuan, (4) makan makanan halal secukupnya, tidak maksiat dan banyak zikir, (5) sedikit tidur dan bicara, (6) menjaga rasa hormat terhadap guru. Keenam karakter spiritual keagamaan ini menjadi prioritas utama dalam Pendidikan Islam. Sementara Pendidikan Barat lebih memperhatikan pada metode dan strategi pembelajaran, profesionalitas guru, ketepatan sumber belajar, dan yang paling menonjol adalah tuntutan kepemimpinan dalam mengelola lembaga Pendidikan.
PENGEMBANGAN KARAKTER SPIRITUAL KEAGAMAAN SISWA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Asep Muljawan; Saiful Ibad
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v21i1.98

Abstract

Pendidikan merupakan ujung tombak dalam mempersiapkan generasi harapan masa depan. Salah satu ciri generasi tersebut adalah memiliki karakter spiritual keagamaan. Tulisan ini mengkaji pengembangan karakter spiritual keagamaan berdasarkan alqur’an, hadits dan pandangan para ulama dengan metode atau pendekatan tematik-normatif. Karakter yang dimaksud antara lain: (1) belajar harus dilandasi niat karena Allah (Ikhlas), (2) menerapkan karakter profetik (sidq, amanah, tabligh, dan fathonah), (3) fokus belajar dan haus ilmu pengetahuan, (4) makan makanan halal secukupnya, tidak maksiat dan banyak zikir, (5) sedikit tidur dan bicara, (6) menjaga rasa hormat terhadap guru. Keenam karakter spiritual keagamaan ini menjadi prioritas utama dalam Pendidikan Islam. Sementara Pendidikan Barat lebih memperhatikan pada metode dan strategi pembelajaran, profesionalitas guru, ketepatan sumber belajar, dan yang paling menonjol adalah tuntutan kepemimpinan dalam mengelola lembaga Pendidikan.