Segel Ginting
Balai Teknik Irigasi, Kementerian PUPR

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS CURAH HUJAN PENYEBAB BANJIR BANDANG DI UJUNG BERUNG, BANDUNG Segel Ginting
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2760

Abstract

Banjir bandang di Ujungberung terjadi sebanyak 3 kali selama tahun 2019. Kejadian banjir ini terjadi pada sungai yang sama. Kejadian banjir tersebut disebabkan oleh hujan yang sangat tinggi di hulu sungai yang sudah padat pemukiman. Kejadian hujan yang menyebabkan banjir bandang tersebut memiliki tingkat probabilitas yang sangat tinggi sampai dengan kecil, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang telah dilakukan. Kejadian banjir bandang yang pertama disebabkan oleh hujan dengan periode ulang 88 tahun, kejadian banjir bandang ke dua tidak terindetifikasi, dan kejadian banjir bandang ketiga memiliki kala ulang sekitar 25 tahun. Analisis tersebut berdasarkan pada kejadian hujan sesuai dengan durasi hujannya, namun jika dilakukan analisis berdasarkan kejadian hujan harian, maka kejadian banjir bandang pertama disebabkan oleh hujan dengan kala ulang 30 tahunan, kejadian banjir bandang ke dua disebabkan oleh hujan kala ulang 3 tahunan, dan banjir bandang ketiga disebabkan oleh hujan kala ulang 5 tahun. Kata kunci: banjir bandang, analisis frekuensi, lengkung intensitas, banjir di hulu sungai.
Analisis Hidrologi untuk Perencanaan Sistem Polder di DKI Jakarta Segel Ginting
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 10 No 1 (2022): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v10i1.2902

Abstract

The application of the polder system for flood control in DKI Jakarta has become a must for coastal areas, especially with the construction of sea dikes along the coast of Jakarta as a solution to anticipate tidal flooding. One thing to consider when using a polder system in flood control is how much pump capacity and reservoir are needed. To answer this quetions, a hydrological analysis has been carried out with several method approaches, starting from determining the rainfall design in the form of a depth duration frequency curve in 1 hour to 48 hours, and then applied area reduction factor (ARF) to corrected rainfall design. Natural Resources Conservation Service (NRCS) method are uses to calculated runoff or effective rainfall and then with the unit hydrograph by time area method to produce a runoff hydrograph. Based on this approach, the Sentiong Polder plan has been carried out with the result that the required pump capacity for a 25-year return period is 32 m3/s and 50 m3/s for a 100-year return period with a storage capacity used of 1,507,500 m3. If you want to reduce the pump capacity, it is necessary to increase the storage capacity.