Evi Lioni
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diabetes Mellitus sebagai Faktor Risiko Sindrom Gawat Pernapasan Akut pada Penderita Covid-19 Evi Lioni
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1569

Abstract

Sejak pertama kali teridentifikasi dan dinyatakan sebagai pandemi global, jumlah kasus positif dan kematian akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19) terus mengalami peningkatan. Peningkatan secara signifikan juga terjadi pada prevalensi global penyakit tidak menular, termasuk diabetes mellitus. Keberadaan diabetes mellitus sebagai penyakit penyerta merupakan tantangan bagi upaya penanggulangan pandemi COVID-19 karena mampu meningkatkan risiko keparahan, salah satunya kejadian sindrom gawat pernapasan akut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai keberadaan diabetes mellitus sebagai faktor risiko terhadap sindrom gawat pernapasan akut pada penderita COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan sistematis yang dilakukan terhadap 9 studi observasional yang dipublikasikan mulai dari bulan Januari 2020 hingga Juni 2021. Penelusuran dilakukan pada 3 (tiga) database jurnal berbasis web, yakni Google Scholar, PubMed, dan Scopus dengan kata kunci (“diabetes”) AND (“risk factor”) AND (“acute respiratory distress syndrome” OR “ADRS”) AND (“COVID-19”). Dari kesembilan artikel terpilih, terdapat 10.974 sampel yang terlibat dalam meta-analisis. Variasi antarpenelitian bersifat heterogen sehingga digunakan random effect model yang menghasilkan pooled odds ratio sebesar 2,22 (95% CI 1,48–3,32) dengan p=0,0001. Hal ini berarti penderita COVID-19 dengan komorbid diabetes mellitus memiliki risiko 2,22 kali lebih tinggi untuk mengalami sindrom gawat pernapasan akut daripada penderita COVID-19 tanpa komorbid diabetes mellitus.