H. Abdul Madjid
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONDISI SANITASI LANTAI RUANG DAPUR TERHADAP JUMLAH ANGKA KUMAN DI RSUD ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Dirman Sudarman; H. Ramlan; H. Abdul Madjid
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.69 KB) | DOI: 10.31850/makes.v2i1.133

Abstract

Pengepelan menggunakan desinfektan adalah usaha untuk membersihkan lantai dengan cara kimiawi untuk mengurangi dan menghilangkan mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah desinfektan dan metode yang efektif sehingga dapat tercapai daya bunuh yang optimal pada kuman. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pretest dan postest. Tujuan penelitian ini adalah adalah unutuk mengetahui kondisi sanitasi lantai ruang dapur sebelum dan sesudah penambahan kadar desinfektan sebanyak 40 ml, 30 ml, dan 20 ml /3 liter air serta menghitung jumlah presentase penurunannya di lakukan 2 kali perhitungan pada setiap media dengan inkubasi selama 24-48 jam. Berdasarkan hasil yang di dapatkan dalam penelitian ini jumlah kuman sebelum penambahan desinfektan di ruang dapur tidak memenuhi syarat pada bagian input 1260-1284 CFU/ , bagian proses 1175-1201 CFU/ , dan bagian output 825-857 CFU/ , tapi setelah penambahan kadar desinfektan 40 ml pada ruang input jumlah 590-607 belum memenuhi syarat, 30 ml untuk ruang proses 554-583 CFU/ belum memnuhi syarat, dan 20 ml untuk ruang output 412-435 CFU/ sudah memenuhi syarat. Berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan kesehatan Lingkungn Rumah Sakit, Persyaratan angka kuman untuk lantai dapur untuk batas maksimum yaitu 500 CFU/ . Dimana kreteria di katakan menemuhi syarat apabila jumlah kuman di <500 CFU/ dan tidak memenuhi syarat apabila jumlah kuman>500 CFU/cm2
PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN PETUGAS PUSKESMAS TERHADAP SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI PUSKESMAS LUMPUE KOTA PAREPARE Muh. Adrianto; H. Ramlah; H. Abdul Madjid
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.339 KB) | DOI: 10.31850/makes.v2i2.135

Abstract

Dewasa ini limbah merupakan masalah yang cukup serius, terutama dikota-kota besar, sehingga banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, swasta maupun secara swadaya oleh masyarakat untuk menanggulanginya, dengan cara mengurangi, mendaur ulang maupun memusnahkannya. Sampah medis adalah bahan buangan yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan medis baik diagnose maupun terapi kepada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gamabaran pengetahuan sikap dan tindakan petugas puskesmas terhadap sistem pengelolaan sampah medis di Puskesmas Lumpue Kota Parepare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat menggambarkan atau deskriptif. Analisa data menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran pengetahuan petugas Puskesmas Lumpue Kota Parepare dengan kategori tinggi yaitu 51,0%, tingkat sedang 38,8% dan rendah 10,2%. Sedangkan gambaran sikap dan tindakan petugas Puskesmas Lumpue Kota Parepare dengan kategori baik yaitu 91,8% dan kategori kurang baik 8,2%. Berdasarkan penelitian ini tingkat pengalaman kerja seseorang sudah dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang pengelolan sampah medis. Sedangkan sikap dan tindakan petugas puskesmas tentang sistem pengelolaan sampah medis sudah baik. Hal ini disebabkan karena sudah tersedianya fasilitas-fasilitas yang menunjang terlaksananya sistem pengelolaan sampah medis di Puskesmas Lumpue Kota Parepare