Nurul ibrahim
Universitas Bina Bangsa getsempena

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PERAWAT PELAKSANA TERHADAP KEWASPADAAN STANDAR DIRUMAH SAKIT UMUM DR. ZUBIR MAHMUD ACEH TIMUR Nurul ibrahim; Nadia Rahmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.1829

Abstract

Pendahuluan: Kewaspadaan standar adalah kewaspadaan yang utama, dirancang untuk diterapkan secara rutin dalam perawatan seluruh pasien di Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, baik yang telah didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi. Perawat sebagai para medis disebuah pelayanan kesehatan dirumah sakit sebagai garda terdepan yang berintraksi langsung dengan pasien dan keluarga dalam kurun waktu 24 jam. tujuan penelitian.ujuan dalam penelitia ini adalah untuk melihat karakteristik perawat pelaksana dalam mematuhi kewaspadaan standart. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian di lakukan di Ruang Rawat inap Rumah Sakit Umum dr. Zubir Mahmud Aceh Timur yang dilakukan pada tanggal 01 s/d 07 Desember 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana sebanyak 116 perawat pelaksana. Berdasarkan kriteria Inklusi yang dibuat oleh peneliti maka perawat pelaksana yang dapat dijadikan sampel sebanyak 33 perawat pelaksana dengan teknik Random Sampling yang bertugas diruangan rawat inap RSU dr. Zubir Mahmud Aceh Timur. Hasil: Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti dapat menjelaskan bahwa dari 33 perawat pelaksana sebanyak 69,7 % dalam rentang usai produktif dan didominasi dengan jenis kelamin perempuan, sedangkan dari keseluruhan responden terdapat 2 orang perawat yang masih perlu pembinaan dikarena memiliki sikap yang masih belum sesuai dengna kriteria yang diharapkan Simpulan: Dibutuhkan program untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku, keterampilan dan komitment perawat dalam menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi dirumah sakit menulis kesimpulan dengan bahasa sendiri yang bertujuan untuk menjawab. Penelitian akan memlakukan penelitian selanjutnya untuk menerapkan Training Of Trainer (TOT) kepada perawat pelaksana dengan didamingi dosenKesimpulan menjawab masalah dan tujuan penelitian. Menggambar kesimpulan, demarkasi luas, dan munculnya teori baru yang mapan lebih bermakna daripada kesimpulan dangkal
Hubungan Beban Kerja Dengan Kualitas Penerapan Service Excellence Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar Eridha Putra; Gadis Halizasia; Ferdi Riansyah; Nurul Ibrahim
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1053

Abstract

Perawat pelaksana memiliki peran strategis dalam menjamin mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Beban kerja yang tinggi sering kali menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan, termasuk dalam penerapan service excellence. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner beban kerja perawat dan penerapan service excellence. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan penerapan service excellence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat pelaksana berusia 31–35 tahun, berpendidikan Diploma III Keperawatan, dan telah bekerja kurang dari lima tahun. Sebagian besar memiliki beban kerja kategori berat (64,7%) dan kualitas penerapan service excellence pada kategori cukup (47,1%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,242 (>0,05), menandakan tidak ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan penerapan service excellence, meskipun secara deskriptif terlihat kecenderungan bahwa semakin berat beban kerja, semakin rendah kualitas pelayanan prima yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional guna mempertahankan kualitas pelayanan prima. Peningkatan kompetensi dan motivasi perawat melalui pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat penerapan service excellence meskipun dalam kondisi beban kerja yang tinggi.