Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR [suatu Pendekatan Imajinatif] Maliki Maliki
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.951 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v4i2.99

Abstract

Banyaknya berbagai disiplin ilmu yang hadir dalam dunia pendidikan saat ini, maka sebanyak itu pula tantangan yang harus dihadapi oleh para guru. Oleh karenanya, para guru di tuntut untuk selalu kreatif dan imajinatif dalam menghadapi berbagai macam persoalan dalam dunia pendidikan, terlebih dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling. Secara garis besar,pemerintah telah memberikan acuan dasar padaUU Nomor 28 Tahun 1990 untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD.Sebagai kelanjutan danpenyempurnaan UU tersebut termanifestasi dalam kurikulum 1975 Buku IIIC dan pedoman pelaksanaan bimbingan di SD Tahun 1987. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan bimbingan di SD pada kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan pada sekolah menengah, baik SLTP maupun SMU, terutama yang berkaitan dengan fungsi guru sebagai pembimbing.Dalam tulisan ini penulis akan membahas bagaimana proses pemberian layanan bimbingan dan konseling khususnya di Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan suatu pendekatan yang masih jarang dicoba oleh para guru pada umumnya. Adapun pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan imajinatif.Pendekatan imanjinatif yang penulis maksudkan dalam konteks ini adalah pemberian layanan bimbingan dan konseling di SD sebagai cara untuk menggali potensi dan mencoba menggembangakan, membangkitkan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik.Menurut peneliti pendekatan tersebut dapat memberikan layanan bagi peserta didik untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhannya agar selaras dengan tujuan pendidikan nasional
Manajemen Dakwah Sosial di Madrasah Dalam Membangun Literasi Digital Beretika Ismul Hadi; Maliki
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/mudabbir.v6i2.14048

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the learning patterns, social interactions, and media behavior of students in madrasahs. This condition demands adaptive management of Islamic education through the integration of social dakwah management and ethical digital literacy. This study aims to conceptually examine the role of social dakwah management in strengthening ethical digital literacy to shape students' character in the digital era. The method used is a literature study by reviewing various credible and up-to-date academic sources, both books and journal articles relevant to Islamic education, dakwah, and digital literacy. The study results indicate that digital literacy from the perspective of Islamic education emphasizes not only technical mastery of technology but also ethical, critical, and spiritual aspects based on Islamic moral values. The success of implementing this strategy is greatly influenced by the role of educators as digital da'wah agents, the support of madrasa leadership, and parental involvement in monitoring and guiding the use of digital media. The sustainable formation of students' digital ethics relies on the synergy of these three elements.