Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN Galih Yogi Rahajeng; Khotimah Khotimah
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1670

Abstract

Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau pangan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Tarakan, masih memiliki pola pangan pokok yang kearah tunggal yaitu beras. Oleh karena itu, kajian terkait diversifikasi pangan non beras berbasis pangan lokal perlu dilakukan. Adapun tujuan khusus adalah menganalisis potensi sumber daya pangan lokal di Kota Tarakan, menganalisis pola konsumsi pangan dan tingkat diversifikasi pangan rumah tangga Di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik survey dengan sampel rumah tangga di empat kecamatan di Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik nonprobality sampling dengan metode quota sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif  kuantitatif dan household dietry diversity score (HDDS). Hasil analisis menunjukkan produksi padi di Kota Tarakan cenderung mengalami penurunan, sedangkan produksi ubi kayu dan ubi jalar menunjukkan tren meningkat yang mengindikasi potensi diversifikasi produksi pangan di Kota tarakan. Secara garis besar pola diversifikasi konsumsi pangan masyarakat di Kota Tarakan cukup beragam berdasarkan jumlah, kualitas dan variannya, hal ini ditunjukkan dari pengeluaran pangan sumber protein yang beragam. Namun diversifikasi pangan sumber karbohidrat yang perlu dikaji karena masih tingginya pengeluaran akan sumber karbohidrat beras. Tingkat diversifikasi konsumsi pangan di Kota Tarakan berdasarkan nilai skor keragaman pangan rumah tangga (HDDS) berada pada kategori tinggi yaitu telah mengkonsumsi lebih dari enam jenis sumber pangan dalam sehari.