Gunadi Gunadi
Fakultas Kedokteran UNIMUS

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Serumen Obsturan dengan Kurang Pendengaran Tipe Konduktif pada Pelajar SD Negeri Rowosari 01 Semarang Astin Prima Sari; Gunadi Gunadi; Riska Handiani
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 3, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.3.2.2021.102-107

Abstract

Latar Belakang: Serumen merupakan kombinasi dari sekresi kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, dan epitel kulit yang terlepas yang terdapat pada bagian kartilaginosa liang telinga. Serumen obsturan dapat menyebabkan oklusi sehingga terjadi gejala kurang pendengaran tipe konduktif (CHL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan serumen obsturan dengan kurang pendengaran tipe konduktif pada pelajar SD Rowosari 01 Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek pada penelitian ini adalah pelajar kelas 4, 5 dan 6 SD Rowosari 01 Semarang sebanyak 50 orang. Penilaian adanya serumen obsturan menggunakan otoskop dan pengukuran tingkat pendengaran menggunakan tes audiometri. Hubungan kejadian serumen obsturan dengan kurang pendengaran  tipe konduktif  dianalisa menggunakan uji chi-square dengan confidence interval sebesar 95%.Hasil: Sebanyak 50 responden, didapatkan 22 serumen telinga kanan dan 3 orang diantaranya mengalami kurang  pendengaran tipe  konduktif derajat  ringan di telinga kanan. Didapatkan pula 36 serumen telinga kiri, dan 5 diantaranya mengalami kurang pendengaran tipe konduktif derajat  ringan pada  telinga kiri. Hasil  analisis uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian serumen obsturan dengan kurang  pendengaran konduktif  pada telinga kanan (p = 0,079) dan telinga kiri (p = 0,304).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian serumen obsturan dengan kurang pendengaran tipe konduktif pada pelajar SD Rowosari 01 Semarang.