Puput Dwi Lestari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Islam dan Humanisme Puput Dwi Lestari
Matan : Journal of Islam and Muslim Society Vol 2 No 1 (2020): Matan: Journal of Islam and Muslim Society Vol 2 (No 1) 2020
Publisher : Assosiation of Islamic Education Lecturer of Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.matan.2020.2.1.2272

Abstract

In the Islamic world itself, the idea of humanism has been started since the beginning of Islamic history, namely when there was a debate between various schools of kalam about human destiny. The question that is often asked is whether humans have the freedom to determine their own destiny or humans have no free will at all, but their fate is determined by God. Abdurahman Wahid (Gus Dur) is one of the prominent Islamic figures who carries the idea of humanism. The enormous contribution of the ideas of Gus Dur's humanism, according to the author, is very important to study, this is because the ideas of Gus Dur's humanism are needed to understand Islam in relation to the problems of humanity and civilization. This is where the ideas of Gus Dur's humanism are believed to be able to answer the problems of the Indonesian people in relation to humanitarian issues, such as backwardness, poverty and ignorance. In order to synthesize between Islamic insights and Indonesian-Indonesian contexts, the writer tries to present a new breakthrough by examining Gus Dur's humanism ideas more. By using the Library Research method (literature review) the author tries to explain the idea of Gus Dur's humanism. This idea was obtained by the writer by reading and understanding various books by Gus Dur as primary data and several scientific journals as supporting data. The results of this paper stated that in Gus Dur's view, aspects of humanism were revealed in several important terms, firstly guaranteeing freedom of religion, secondly guaranteeing the protection of basic human rights, thirdly democratic culture, fourthly protecting minorities.
Wacana Toleransi Beragama dalam Chanel Youtube Cahaya untuk Indonesia Episode Sabrang : Kenapa Kamu Harus Merendahkan Orang Lain untuk Mengangkat Dirimu ? Puput Dwi Lestari
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 293-309
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/53a91v46

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi (internet dan sosial media) menjadikan masyarakat global tidak terbatas, siapa saja dapat menjadi pengirim dan penerima pesan sekaligus, termasuk juga dalam hal berdakwah. Salah satu karakter masyarakat digital adalah beragam, bebas dan cenderung tidak suka terikat. Karena itu dakwah toleransi di ruang digital seperti Youtube menjadi sesuatu yang sangat penting dan diperlukan. Dakwah yang berisi muatan toleransi dipahami sebagai upaya mengajak atau menyeru seseorang dengan pendekatan yang tidak menyinggung perasaan lawan bicaranya, tidak diskriminasi terhadap golongan yang berbeda, menghargai, dan mengedepankan kelembutan dan kasih sayang. Salah satu tokoh yang gemar menyuarakan nilai – nilai kasih sayang dalam menafsirkan agama adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh atau akrab dipanggil Noe yang merupakan anak dari budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Untuk itu penelitian ini ingin memfokuskan pada wacana teks toleransi beragama pada chanel Youtube Cahaya untuk Indonesia episode Sabrang : Kenapa Kamu Harus Merendahkan Orang Lain untuk Mengangkat Dirimu ?. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana wacana teks yang terdapat pada chanel Youtube Cahaya untuk Indonesia episode Sabrang : Kenapa Kamu Harus Merendahkan Orang Lain untuk Mengangkat Dirimu ?; (2) Bagaimana dimensi kognisi sosial dan konteks sosial pada chanel Youtube tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, sumber data primer dalam penelitian ini adalah video Sabrang bersama dengan Habib Ja’far Al-Hadar melalui chanel Youtube Cahaya untuk Indonesia dengan judul Sabrang : Kenapa Kamu Harus Merendahkan Orang Lain untuk Mengangkat Dirimu ?. Sementara itu, sumber data sekunder peneliti peroleh dari buku, jurnal, artikel, dan sumber lain yang dapat digunakan sebagai pelengkap. Selanjutnya metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengolah data penelitian ini akan menggunakan kerangka teori analisis wacana dari A Van Dijk, yang terdiri dari analisis teks, kognisi sosial dan konteks sosial dan menggunakan tiga bagian yaitu struktur makro, suprastruktur, dan struktur mikro. Ketiga bagian tersebut selanjutnya dapat dibagi lagi menjadi enam bagian yaitu tematik, skematik, sintaksis, stilistika, dan retoris. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dianalisis dengan lebih jelas.