Nursanti Nursanti
Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN PADA MASYARAKAT SEKITAR CAGAR ALAM HUTAN BAKAU PANTAI TIMUR (CAHBPT) KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI: (Utilization Of Food Plants In The Community Around The Mangrove Forest Reserve East Coast (CAHBPT) District Mendahara District Tanjung Jabung East Jambi Province) Nursanti Nursanti; Ade Adriadi; Afni Yunita
Jurnal Silva Tropika Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v5i1.12194

Abstract

Indonesia is a country that has a high biodiversity, both in the diversity of flora and fauna. Indonesia has about 40.000 biodiversity types of plants that are useful for human life. Plants are one of the biological resources that are available in nature. Plants are widely used by the public both as food medicines, rituals, cosmetic materials, animal feed and so forth. The utilization of plant species depends on the surrounding area, for example in mangrove forests. Jambi Province has a Coastal area that is located in Tanjung Jabung Barat and Tanjung Jabung Timur. Coastal communities are people who live in coastal areas that have different characteristics Coastal communities have interactions with mangrove ecosystems so that people use mangrove plants as food crops, medicines, building materials (boards), traditional ceremonies and for household appliances. This research was conducted in June-August 2020 located in Mendahara Ilir Village, Lagan Ilir Village and Sinar Kalimantan Village, Mendahara District, Tanjung Jabung Timur, Jambi Province. The method in this study is explorative Descriptive. Data collection techniques in this study consist of four stages, namely: literature studies, interviews, field observations and herbarium making. There are 14 species of plants that can be used as food ingredients in the community around East Coast Mangrove Nature Reserve.
EPIFIT DAN LIANA DI HUTAN SEKUNDER DATARAN RENDAH KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Nursanti Nursanti; Zuhratus Saleh; Fhilza Rhamadhani; Fawwaz Dinanty
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14223

Abstract

Sebapo Institut adalah area wisata edukasi yang terletak di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, berupa hutan sekunder dataran rendah (Lowland tropical rain forest) bekas terbakar tahun 1997 yang sedang mengalami tahapan suksesi sekunder menuju hutan klimaks. Keseimbangan ekosistem hutan dapat terganggu oleh bencana alam maupun aktivitas manusia. Kebakaran hutan yang terjadi 22 tahun lalu menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati, terjadi perubahan pada struktur hutan dan komposisi hutan. Perubahan pada struktur dan komposisi pohon memberi pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan epifit dan liana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari jenis-jenis epifit dan liana di hutan hujan tropis dataran rendah 22 tahun setelah kebakaran. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis vegetasi dengan petak tunggal berukuran 100 m x 100 m. Data yang diambil meliputi lingkar batang tumbuhan penopang ≥5 cm serta nama lokal dan nama ilmiah. Tumbuhan liana dan epifit yang ditemukan diidentifikasi untuk mengetahui jenisnya, indeks keanekaragaman dan kemerataan epifit dan liana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 744 individu liana dari 35 spesies yang tergolong ke dalam 19 famili dan 4 individu epifit dari 2 spesies yang tergolong 2 famili. Jenis liana yang sering ditemukan pada inang di dalam plot adalah Gnetum latifolium Blume, sedangkan untuk jenis epifit yaitu Asplenium nidus L dan Davallia denticulata (Burm. F) Mett. Ex Kuhn.