This Author published in this journals
All Journal Dialog
Muhammad War'i
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darussalimin NW

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialog Inklusif: Dari Kebenaran Subjektif Menuju Kebenaran Objektif (Tinjauan Semiotik-Hermeneutik Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 30-33) Muhammad War'i
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.318

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang dialog inklusif dalam al-Quran. Kebutuhan untuk mengetahui hal tersebut sangat mendesak terutama dalam situasi sosial belakangan yang serba timpang. Penelitian terfokus pada analisis surat al-Baqarah ayat 30-33, dengan melihat aspek linguistik, isi dan interpretasinya. Melalui pendekatan Semiotik-Hermeneutik, dapat disimpulkan prinsip-prinsip komunikasi dialogis, yaitu: upaya memulai suatu dialog, adanya sikap terbuka dalam memahami lawan dialog, adanya kepercayaan (trust) antar pelaku dialog, rasionalisasi atas argumentasi yang diungkapkan, tidak simplikatif, saling menghargai pendapat, dan tentunya ada sikap kritis dalam menanggapi wacana yang digulirkan. Berbagai temuan tersebut pada prinsipnya merupakan komponen-komponen yang mesti ada dalam membangun dialog yang terbuka (inklusif). Hakikat dari melakukan dialog inklusif adalah menggeser paradigma dari kebenaran subjektif menuju kebenaran objektif. Proses komunikasi yang mengedepankan kebenaran objektif akan meminimalisir konflik argumentatif terutama dalam dunia maya (cyber space) seperti nyinyir, bulying dan debat kusir. Dialog inklusif adalah cara untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemicu konflik tetapi alat untuk saling memahami dan mendorong untuk menuju kebenaran objektif.
Post-Theistic Negotiation Between Religion And Local Customs: Roles Of Indigenous Local Faiths In Lombok Island: Study Of Epistemology And Sociology Of Knowledge Muhammad War'i
Jurnal Dialog Vol 43 No 2 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i2.388

Abstract

This article describes post-theistic negotiation conducted by the followers of indigenous local faith in Lombok Island. This study is a qualitative research method based on epistemological and sociological perspectives. This research found: first the epistemological structure developed by indigenous religion’s followers is constructed in the frame of established epistemological cycles; second, social reality construct within Lombok community is dynamic supported by local belief, intellectual maturity, intellectual maturity, and social awareness. Third, religion and local customs have compatible relations. Post-theistic negotiation is seen as a means to boast inter- faith dialogue. Tulisan ini membahas tentang negosiasi post-theistik penghayat kepercayaan lokal dalam mendialogkan agama dan adat di Pulau Lombok. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui analisis epistemologi dan sosiologi pengetahuan, penelitian berkesimpulan: Pertama, formasi epistemologi yang dikembangkan para penghayat kepercayaan lokal menujukkan model persinggungan epistemologis yang menunjukkan kemapanan dalam tiap-tiap lingkaran epistemologis. Kedua, konstruksi realitas sosial yang mengelilingi individu maupun komunitas masyarakat Lombok bergerak dalam lingkaran sosial yang dinamis dimana warisan kepercayaan lokal, kemapanan intelektual, kepekaan sosial telah memberikan warna pada bangunan sosial mereka saat ini. Ketiga, agama dan adat tidak boleh dipertentangkan tanpa melalui proses intelektual dan sosial yang panjang. Negosiasi post-theistik adalah mekanisme penting yang layak digunakan dalam dialog antar keyakinan secara khusus dan dialog agama-agama secara umum guna menuju suatu tatanan masyarakat dialog yang mapan.