Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Unschooling Education Model As An Effort to Develop Tolerance Values Sisilia Ayu Sulistyani
Jurnal Dialog Vol 44 No 2 (2021): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v44i2.459

Abstract

Humans have the ability to immerse into different levels of society. Due to the importance of tolerance values ​​in this life, character education embodying tolerance values ​​should be taught as early as possible. Home is the first school for children to understand tolerance values. However, how to teach the values ​​of tolerance certainly requires an in-depth study. Related to this, there is an educational model that develops tolerance values, namely the unschooling education model. This is a type of the homeschooling education where children are facilitated according to their learning needs at home. Parents and adults who live with the children play as facilitators of learning, for the children do not receive education like that of formal schools. Triangulation methods are used, namely comparing sources and theories, checking the data obtained from the fieldwork, namely secondary data collection and interviews. The results of the study show that children start to learn since they were born. The adults around the children need to continue learning because children are not only the recipients of knowledge. Therefore, unschooling education model is perceived of instrumental in the internalization of tolerance values ​​in children from the early age. Keywords: character education, tolerance values, unschooling education model Manusia sebagai makhluk sosial tentunya harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi di berbagai lapisan masyarakat. Berbekal internalisasi nilai-nilai toleransi dalam diri setiap insan, pendidikan karakter terkait dengan nilai-nilai toleransi sebaiknya diajarkan sedini mungkin. Rumah sebagai sekolah dan madrasah pertama bagi anak merupakan sarana dan katalisator pengembangan nilai-nilai toleransi. Akan tetapi, bagaimana cara untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi tersebut tentunya memerlukan sebuah kajian mendalam. Terkait dengan hal tersebut terdapat sebuah model pendidikan yang dapat diterapkan sebagai upaya pengembangan nilai-nilai toleransi yaitu model pendidikan unschooling. Model pendidikan unschooling sebagai variasi dari model pendidikan homeschooling, dimana anak difasilitasi sesuai dengan kebutuhan belajarnya di rumah dan orang tua atau orang dewasa yang tinggal bersama anak, merekalah fasilitator anak dalam belajar serta anak tidak mengenyam pendidikan seperti sistem pembelajaran di sekolah formal. Kajian dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif melalui penggunaan metode triangulasi, yaitu membandingkan sumber dan teori, melakukan pengecekan data-data yang diperoleh dari dua teknik pengumpulan data yaitu pengumpulan data sekunder dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak dini di lingkungan pertama anak terlahir adalah garis awal kita sebagai fitrah dari Allah Swt untuk belajar. Orang dewasa di sekitar anak sebagai pembimbing pertama bagi anak perlu untuk terus belajar, karena tidak hanya anak sebagai penerima ilmu. Oleh sebab itu, implementasi model pendidikan unschooling efektif dan efisien dalam menjembatani internalisasi nilai-nilai toleransi pada anak sejak dini. Kata Kunci: pendidikan karakter, nilai-nilai toleransi, model pendidikan unschooling
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ASN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT MINERVA DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARUIMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ASN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT MINERVA DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Sisilia Ayu Sulistyani; Meriza Heronica
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 14 No 2 November (2020): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangan kompetensi yang dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran sebagaimana yang termaktub dalam UU No.5 Tahun 2014 Pasal 70 Ayat (1) dan (2). Adapun penyelenggaraannya pada saat ini mengalami sebuah era adaptasi kebiasaan baru, sehingga sebagai perwujudan dalam menggiring reformasi demokrasi 2020-2024 yang mengharapkan karakter birokrasi kelas dunia (World Class Bureaucracy), maka dianggap penting dilakukannya inovasi dalam penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan ASN. Selain itu, adanya paradigma baru di Era Society 5.0 menjadikan teknologi menyatu dengan manusia. Internet bukan hanya sebagai informasi, melainkan juga telah menjadi roda kehidupan publik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan alternatif program pendidikan dan pelatihan dengan Model Project Minerva di era adaptasi kebiasaan baru. Model Project Minerva bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem desain instruksional yang mengarah pada pembentukan keterampilan kerja dalam pengembangan kompetensi ASN. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang menekankan pada analisis data berkaitan dengan program pendidikan dan pelatihan ASN. Kata kunci: Program Pendidikan dan Pelatihan, Model Project Minerva