Alimul Muniroh
Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memaknai Logoterapi dalam Pendidikan Islam di Era Mea Alimul Muniroh
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.218 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 2.90

Abstract

Abstrak: Meskipun muncul dari gagasan tokoh psikologi barat, yang biasanya cenderung menyisihkan dimensi keagamaan, logoterapi justru mewadahi dimensi spiritual di samping dimensi social dalam pokok-pokok pikirannya. Lahir dari pemikiran Viktor Frankl (1905-1997) logoterapi memiliki pandangan yang cukup unik terhadap makna kehidupan yang dijalani manusia. Pentingnya term “makna” yang harus hadir dalam setiap langkah kehidupan, membuat logoterapi senantiasa menarik kepekaan spiritual yang sejatinya dimiliki setiap manusia. Selaras dengan itu pendidikan agama Islam sangat erat dalam penekanan ajaran-ajaran keagamaan yang notabenenya mengajarkan sikap spiritual yang harus dimiliki oleh penganut ajaran agamanya. Pendidikan agama Islam memiliki tujuan untuk memadukan dimensi duniawi dan ukhrowi agar manusia memiliki kebahagiaan hidup yang sempurna baik di dunia maupun di akhirat kelak. Di era persaingan dan keterbukaan ini, pengembangan konsep pendidikan Islam sangat penting dilakukan agar relevansi pendidikan agama Islam tetap terjaga. Tujuan tulisan ini adalah untuk menarik benang merah pemikiran logoterapi dengan pendidikan Islam terutama di.era MEA iniKeywords: Logoterapi, pendidikan Islam, MEA
Kawruh Pamomong Ki Ageng Suryomentaram: Prinsip-Prinsip Moral untuk Mengoptimalkan Pendidikan Empati pada Anak Alimul Muniroh
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 2 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.558 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 2.176

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kawruh pamomong yang merupakan hasil olah pemikiran dari Ki Ageng Suryomentaram. Pemikiran tersebut notabenenya secara indigenous sebagai saripati dari nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia yang ada di zamannya. Selain itu, tulisan ini juga berupaya untuk mengetahui prinsip-sprinsip moral dalam kawruh pamomong untuk mengoptimalkan pendidikan empati anak. Terdapat tiga prinsip-prinsip moral dalam kawruh pamomong, yaitu mengajarkan anak untuk sumerep, menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesama dan mengajarkan anak untuk mencintai keindahan. Prinsip moral dalam menumbuhkan empati sangat penting bagi anak. Pengembangan empati berguna untuk memahamkan anak pada perbedaan-perbedaan yang dimilikinya, sehingga memungkinkan untuk mencegah adanya perpecahan sosial. Pendidikan empati dalam prinsip-prinsip moral kawruh pamomong berupa sikap menerima dan terbuka, memberi perhatian, mendengar, rasa tertarik, mengambil sisi positif dan pendekatan afirmatif, serta antusias. Melalui tulisan ini dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip moral dalam kawruh pamomong dapat selaras dengan pendidikan empati pada anak, sehingga pada gilirannya dapat mengoptimalkan pendidikan empati pada anak.