This Author published in this journals
All Journal Jantra
Aryni Ayu Widiyawati
Jurusan IPS, FKIP Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI LARUNG SESAJI PUGER UNTUK MEMBENTUK MASYARAKAT POLISENTRIS Aryni Ayu Widiyawati
Jantra. Vol 13 No 2 (2018): Solidaritas Nasional sebagai Upaya Penguatan NKRI
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.932 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis historisitas tradisi petik laut sebagai bagian dari local genius hibridasi budaya antara Islam dan kepercayaan nenek moyang. Sense of belonging yang ada dalam masyarakat Puger menjadi awal terbentuknya masyarakat multikultural yang memperkuat nasionalisme kontemporer dalam ikatan negara kesatuan. Polisentris dalam penelitian ini adalah masyarakat multikultural dengan 300 kelompok etnik dan 1340 suku bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Sejarah dengan tahapan: (1) Heuristik yakni pencarian datadata melalui observasi, teknik kepustakaan, wawancara mendalam dengan pihak terkait, (2) Kritik, yakni kritik Intern melalui kesaksian nelayan, dan juru kunci tradisi Larung Sesaji di Puger, dan kritik ekstern melalui dosen dan budayawan terkait dengan budaya, (3) Interpretasi, penjelasan dari data yang sudah diverifikasi, (4) Historiografi, yakni penulisan sejarah. Hasil dari penelitian diketahui bahwa serangkaian acara petik laut menggabungkan ajaran Islam dan adat animisme. Maksud dan tujuan dari berbagai upacara sedekah laut tersebut biasanya sama, yaitu memohon pada Tuhan agar para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang dan dihindarkan pula dari malapetaka selama melaut. Kebanyakan masyarakat nelayan tersebut meyakini bahwa laut memiliki penunggu (penjaga berupa makhluk gaib). Karena itu, di setiap penyelenggaraan ritual slametan laut, merupakan sikap masyarakat membentuk solidaritas sosial dalam bangsa polisentris.