Gatot Wurdiyanto
Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jalan Lebak Bulus Raya, No. 49. Jakarta Selatan, 12740

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Alat Standar Primer untuk Peningkatan Kualitas Nilai Kalibrasi Alat Ukur Radioaktivitas di Bidang Kedokteran Nuklir (halaman 30 s.d. 34) Gatot Wurdiyanto; Pujadi -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.852 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24401

Abstract

Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan yang menggunakan teknologi Positron Emission Tomography (PET) telah berkembang dengan pesat di Indonesia.  Teknologi PET tersebut memanfaatkan sumber radioaktif 18F sebagai perunut yang digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit.  Laboratorium Metrologi Radiasi pada PTKMR - BATAN, yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai laboratorium acuan nasional di bidang radiasi pengion berperan dalam melakukan tugas untuk melakukan standardisasi radionuklida dan mengkalibrasi alat ukur aktivitas.  Pada mulanya, kalibrasi alat ukur aktivitas “dose calibrator” di rumah sakit menggunakan alat standar sekunder yang tertelusur ke laboratorium primer LMRI (Laboratoire Metrologie Ranyonnements Ionisants), melalui standardisasi 18F dilakukan menggunakan metode spektrometri-g.  Dengan cara seperti ini didapatkan hasil kalibrasi dengan nilai ketidakpastian bentangan  6,3 %.  Untuk meningkatkan kualitas hasil pengukuran, dilakukan standardisasi 18F menggunakan alat standar primer dengan metode absolut koinsidensi 4pb(LS)-g.   Dengan metode ini didapatkan nilai ketidakpastian bentangan  2,9 % dengan faktor cakupan, k=2, dan tingkat kepercayaan 95%.  Dengan berhasilnya penelitian ini diharapkan Laboratorium Standardisasi Radionuklida PTKMR-BATAN dapat berperan dalam kalibrasi alat ukur aktivitas secara kontinu agar pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan dapat terlaksana dengan aman dan selamat baik bagi pekerja, masyarakat maupun lingkungannya.