Aktivitas volkanik Gunungapi Sinabung sejak 27 Agustus 2010 yang menerus sampai dengan 2017 telah menarik banyak perhatian, karena Gunungapi ini sudah tidak aktif dalam kurun waktu yang lama, yaitu lebih dari 400 tahun dari tahun 1600. Melanjutkan penelitian pada tahun 2016, penulis ingin mengkaji apa penyebab Gunungapi Sinabung aktif kembali. Maka dari itu, penelitian ini mengkaji kemungkinan penyebab aktifnya kembali Gunungapi Sinabung, terutama berdasarkan kejadian gempabumi Aceh 2004 dan Nias 2005 yang menyebabkan terjadinya undulasi geoid rendahan di Selat Malaka di sebelah timur Sumatra Utara, dan keberadaan Gunungapi Sinabung yang tidak terlalu jauh dari komplek Kaldera Danau Toba. Pemodelan komplek kantong magma Gunungapi Toba berdasarkan hasil tomografi seismik mengindikasikan adanya zona rasio kecepatan gelombang P dan S (vp/vs) rendah pada bagian yang berdekatan dengan lokasi Gunungapi Sinabung, yang dapat ditafsirkan sebagai batuan dengan material lelehan. Hal ini juga akan dikaji kemungkinan terjadinya aliran material lelehan/magma ke atas di bawah Gunungapi Sinabung, yang mungkin dipicu oleh adanya pembukaan rekahan akibat tarikan gaya gravitasi oleh undulasi geoid rendahan yang terjadi setelah gempabumi Aceh 2004 dan Nias 2005.