Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Penggunaan Fresh Fruit Bunch (FFB) Scrapper pada Loading Ramp untuk Meminimalisasi Oil Losses In Empty Bunch (Studi Kasus di Pabrik Kelapa Sawit PT Cisadane Sawit Raya Sumatera Utara) Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 2 (2012): JCWE Edisi Nopember 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.235 KB)

Abstract

Janjang kosong merupakan salah satu limbah padat yang dihasilkan dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar (TBS). Pada PMKS Negeri Lama milik PT Cisadane Sawit raya, limbah padat tersebut akan dibakar pada alat berupa Incenerator untuk kemudian abu dari hasil pembakaran digunakan sebagai pupuk pada estate dan bahan pengganti CaCO3 pada Claybath. Namun, dalam proses pengolahannya, janjang kosong merupakan salah satu penyumbang kehilangan minyak yang paling besar kontribusinya dari total kehilangan minyak yang terdapat pada PMKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kehilangan minyak pada janjang kosong (oil losses in empty bunch) dimana pada PMKS Negeri Lama oil losses in empty bunch yang terjadi telah melebihi standar yang ditetapkan yakni sebesar 0,59 % terhadap TBS. Bahkan, rata-rata di atas standar oil losses yang terjadi pada janjang kosong tersebut mencapai 0,70 % (April 2011). Banyak hal yang menjadi faktor terjadinya hal tersebut diantaranya adalah proses perlakuan yang salah terhadap TBS baik perlakuan ketika dalam proses pemanenan dan pengangkutan di kebun maupun perlakuan ketika pembongkaran TBS di Loading Ramp. Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan Fresh Fruit Bunch (FFB) Scrapper sebagai alat bantu pembongkaran dan sortasi TBS pada LR. Selain dapat menjadikan proses sortasi TBS menjadi lebih mudah dan akurat, penggunaan alat ini juga terbukti dapat meminimalisir kadar oil losses in empty bunch. Namun, penggunaan alat ini menjadi tidak efektif ketika trend buah yang masuk PMKS sedang tinggi (panen puncak) karena dapat memperlama proses pembongkaran TBS. Maka langkah yang ideal adalah mengkombinasikan tipe pembongkaran TBS yang ada di PMKS yakni pembongkaran menggunakan FFB Scrapper, pembongkaran langsung di LR, dan pembongkaran TBS di lantai LR dan loading menggunakan Wheel Loader.
Teknik Minimalisasi Kernel Losses di Claybath Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.61 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal tanggal 22 Februari 2011 hingga 4 Mei 2011. Bertempat di Pabrik Kelapa Sawit PT. BKB, Jalan Alamunda Km 14, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisasi kernel losses di claybath Pabrik pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: A. Menguji kapasitas aktual Ripple mill, B. Menguji persentase output LTDS 1& LTDS 2, C. Menguji persentase umpan yang masuk ke Claybath, D. Mengukur Specific gravity suspensi Claybath, dan E. Melakukan analisa kernel losses di Claybath. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Pengaturan material balance dan penggunaan Hydrocyclone 2 stage belum bisa menurunkan kernel losses di Claybath dibawah standar yang telah ditetapkan. Penyebab tingginya kernel losses dapat diatasi dengan cara memperbaiki sistem perebusan, Cake Breaker Conveyor serta Polishing drum. Karena banyaknya fibre yang melekat pada cangkang mengindikasikan bahwa sistem perebusan kurang baik, sehingga setelah proses press, masih banyak nut yang mengandung fibre. Polishing drum juga harus dikondisikan untuk membersihkan fibre yang masih melekat pada nut yang didukung dengan hisapan angin dari Fibre cyclone.
Pemanfaatan Abu Boiler Ex-Dust Collector sebagai Bahan Campuran untuk Meminimalisasi Penggunaan Calcium Carbonate pada Clay Bath Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 3 No 1 (2011): JCWE Edisi Mei 2011
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.652 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Kelapa Sawit Swakarsa Group yang ada di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 08 Februari 2010 sampai dengan 27 Mei 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk menentukan teknik pemanfaatan abu boiler ex-dust collector sebagai bahan campuran untuk meminimalisasi penggunaan calcium carbonat di pabrik kelapa sawit, dan untuk mengetahui tingkat penghematan penggunaan calcium carbonate setelah dicampur dengan abu boiler ex-dust collector. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Field Application secara langsung, yaitu dengan pengujian skala laboratorium (4 percobaan) dan pengujian pada unit Claybath secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Abu boiler ex-dust collector merupakan limbah padat PKS yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pencampur pada clay bath. Dalam pengaplikasiannya dapat menggunakan perbadingan 1:1 antara CaCO3 dan abu boiler ex-dust collector. Dengan pemanfaatan abu boiler ini dapat menghemat pemakaian CaCO3 sebesar 0,2 kg/ton TBS dan dapat diestimasikan besar keuntungan per tahun Rp.88.600.000,-