Salsabila Dzakiyyah Zahra
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Holistik pada Perempuan Usia 60 Tahun dengan Gout Arthritis dan Dispepsia Fungsional melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Salsabila Dzakiyyah Zahra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.770

Abstract

Prevalensi hiperurisemia sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada wanita. Prevalensi penyakit sendi di Lampung berada pada urutan ke 10 di Indonesia yaitu sebesar 11,5%. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor risiko internal serta eksternal dan masalah klinis yang terdapat pada pasien. Menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif sesuai masalah yang ditemukan pada pasien dan melakukan penatalaksanaan berbasis Evident Based Medicine yang bersifat family-approach, patient-centered dan community oriented. Studi yang dilakukan adalah laporan kasus. Seorang pasien Ny. R usia 60 tahun mengeluhkan nyeri pada kedua sendi lutut yang memberat sejak 3 hari yang lalu. Pasien telah mengalami keluhan tersebut sejak ± 1 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluh adanya rasa tidak nyaman pada perut seperti rasa begah dan nyeri berupa perih di perut bagian tengah dan kiri serta rasa mengganjal pada uluhati yang memberat sejak satu hari lalu. Resiko internal berupa Pola diet dan kebiasaan makan tidak sesuai, pengetahuan yang kurang tentang penyakit yang diderita, jarang berolahraga dan aktivitas fisik tergolong ringan, usia pasien lansia yaitu 60 tahun dan IMT pasien 26,6 termasuk Overweight. Derajat fungsional dua yaitu mampu melakukan pekerjaan ringan sehari-hari di dalam dan luar rumah. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan community oriented berdasarkan beberapa teori dan penelitian terkini.
Penatalaksanaan Holistik pada Perempuan Usia 60 Tahun dengan Gout Arthritis dan Dispepsia Fungsional melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Salsabila Dzakiyyah Zahra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.770

Abstract

Prevalensi hiperurisemia sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada wanita. Prevalensi penyakit sendi di Lampung berada pada urutan ke 10 di Indonesia yaitu sebesar 11,5%. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor risiko internal serta eksternal dan masalah klinis yang terdapat pada pasien. Menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif sesuai masalah yang ditemukan pada pasien dan melakukan penatalaksanaan berbasis Evident Based Medicine yang bersifat family-approach, patient-centered dan community oriented. Studi yang dilakukan adalah laporan kasus. Seorang pasien Ny. R usia 60 tahun mengeluhkan nyeri pada kedua sendi lutut yang memberat sejak 3 hari yang lalu. Pasien telah mengalami keluhan tersebut sejak ± 1 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluh adanya rasa tidak nyaman pada perut seperti rasa begah dan nyeri berupa perih di perut bagian tengah dan kiri serta rasa mengganjal pada uluhati yang memberat sejak satu hari lalu. Resiko internal berupa Pola diet dan kebiasaan makan tidak sesuai, pengetahuan yang kurang tentang penyakit yang diderita, jarang berolahraga dan aktivitas fisik tergolong ringan, usia pasien lansia yaitu 60 tahun dan IMT pasien 26,6 termasuk Overweight. Derajat fungsional dua yaitu mampu melakukan pekerjaan ringan sehari-hari di dalam dan luar rumah. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan community oriented berdasarkan beberapa teori dan penelitian terkini.