Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL JUMLAH SEL DARAH PUTIH (LEUKOCYTE) PADA TENAGA KERJA PENGRAJIN BATIK YANG TERPAPAR PARAFIN Faiza Munabari
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1494

Abstract

Salah satu proses dalam pembuatan batik yaitu pelekatan lilin yang menggunakan bahan baku lilin batik. Lilin batik yang mengandung paraffin ini akan menghasilkan asap apabila dipanaskan. Asap ini mengandung berbagai polutan, yaitu CO, NO2, SO2, CO2, HC, H2S, dan partikel yang memiliki banyak dampak negatif. Asap yang dihasilkan dari pelelehan lilin batik akan terinhalasi langsung oleh pekerja yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, hal ini jika terjadi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan yang akan menimbulkan reaksi inflamasi. reaksi inflamasi yang ditimbulkan akan meningkatkan jumlah leukosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pengrajin batik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik sampling jenuh pada 20 pengrajin batik di PT Batik Semarang 16. Sampel yang digunakan adalah darah vena cubiti untuk kemudian diukur jumlah leukosit absolut. Metode pemeriksaan leukosit pada penelitian ini menggunakan pengenceran dan dibaca menggunakan bilik hitung Neubauer Improved.  Hasil pelitian didapatkan 40% pembatik mempunyai rata-rata  jumlah lekosit total normal dan 60% diatas normal (lekositosis ringan). Semakin tua dan semakin lama masa kerja jumlah lekosit total semakin tinggi.  Didapatkan 100% pembatik tidak mengenakan alat pelindung diri (APD). Kepada pembatik disarankan untuk mengenakan APD saat melakukan pekerjaan membatik.
PENGARUH PENGGUNAAN SPESIMEN SERUM DAN PLASMA EDTA TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN Faiza Munabari; Arief Syahputra
Jurnal Pranata Biomedika Vol 1, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v1i2.5153

Abstract

Kadar total protein didalam darah dapat diketahui dengan pemeriksaan dilaboratorium klinik. Pemeriksaan total protein dapat menggunakan darah vena yang dibuat plasma atau serum. Spesimen yang digunakan pada pemeriksaan kadar total protein dapat berupa serum, plasma, cairan serebrospinal dan urin. Penggunaan spesimen plasma dapat meningkatkan kadar total protein sebesar 3 – 5 % disebabkan adanya fibrinogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan spesimen serum dan plasma EDTA terhadap kadar total protein.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Biuret karena lebih mudah dikerjakan dan hasilnya bersesuaian dengan metode Kjeldahl. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa AAK 17 Agustus 1945 Semarang dengan jumlah sampel sebesar 30 orang.Dari hasil penelitian didapatkan rata - rata kadar total protein dengan spesiemen serum 77,36 g/dl, sedangkan rata - rata kadar total protein dengan spesimen plasma EDTA adalah 81,30 g/dl. Dari hasil analisis statistic menggunakan uji Paired T-test didapatkan P-value 0,05 dimana terdapat perbedaan bermakna kadar total protein menggunakan plasma EDTA lebih tinggi dibandingkan dengan serum. Perbedaan ini dapat menjadi perhatian bagi analis kesehatan dalam pemilihan spesimen untuk pemeriksaan kadar total protein.