Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS WACANA BERITA TENTANG PEMBUNUHAN SALIM KANCIL DI KORAN RADAR SEMERU (STUDI ANALISIS WACANA PEMBERITAAN PEMBUNUHAN SALIM KANCIL DALAM PERSPEKTIF LINGKUNGAN) Achmad Arifulin Nuha
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Salim Kancil di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi perhatian public. Koran Radar Semeru Group Jawa Pos yang memberitakan peristiwa Pembunuhan Salim Kancil merupakan koran nasional yang terletak di Kabupaten Lumajang. Berita adalah informasi yang sangat dibutuhkan orang dalam menentukan tempatnya ditengah dunia yang secara cepat berubah (Shibsiutani, dalam Munandar, et. al., 2004 : 57). Berita kasus Salim Kancil sangat menarik untuk bahan kajian penelitian. Penelitian ini untuk mengungkap dan menggali dari wacana isu kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir menjadi termarginalkan dalam pemberitaan media massa. Penelitian ini merumuskan masalah tentang Koran Radar Semeru mengembangkan wacana issu pembunuhan Salim Kancil. Dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian wacana, ideology dan hegemoni, teks, kognisi sosial, teks, konteks sosial. Penelitian ini berjenis kualitatif kritikal dengan metode Analisis Wacana Kritis dengan model analisis Van A. Teun Dijk yang menggambarkan tiga dimensi/bangunan: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Intinya, menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut kedalam satu kesatuan analisis. Penelitian ini menyimpulkan analisis Teks berita Koran Radar Semeru selama 26 September sampai Desember 2015, selama 64 edisi berita tentang Salim Kancil terdapat upaya mengalihkan isu lingkungan pada isu hukum. Pada analisis Kognisi Sosial berita Koran Radar Semeru mencerminkan bahwa Peliputan dan pemberitaan oleh Wartawan tidak melihat kasus murni Salim Kancil sebagai Isu Lingkungan meski mereka menempatkan korban Salim Kancil dan Tosan sebagai aktifis anti tambang, dibanding isu-isu Lingkungan. Pada Analisis Sosial peliputan pada narasumber yang berkompeten lebih konsen untuk membahas penyelesaian kasus hukum. Kata kunci: Berita, Kasus Salim Kancil, Lingkungan, wacana kritis, teks, Kognisi social, kontek sosial
DAKWAH DIGITAL DALAM PENGUATAN KAPASITAS SOSIAL KOMUNITAS MUSLIM (PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS SERVICE-LEARNING DI MASJID AGUNG ANAS MAHFUD, LUMAJANG) Achmad Arifulin Nuha; Alhimni Fahma; Harry Purwanto
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 5 No. 1 (2026): The 5th International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital media provides new opportunities for mosques to perform da‘wah while simultaneously strengthening community empowerment. Mosques are no longer merely places of worship, but also function as centers of social communication and capacity building for Muslim communities through digital platforms. This article aims to describe and analyze a Service Learning–based community engagement program focused on strengthening digital da‘wah at the Anas Mahfud Grand Mosque in Lumajang, Indonesia. The program employed a participatory approach through mentoring in digital da‘wah management, capacity building for mosque administrators and volunteer media teams, development of contextual digital content, and optimization of social media platforms as tools for congregational communication and empowerment. Data were collected through participant observation, interviews, documentation, and qualitative evaluation of congregational responses and participation in digital spaces. The results indicate that strengthening digital da‘wah contributed to a significant increase in congregational participation, expansion of community social networks, and reinforcement of the mosque’s role as a center for community empowerment. Within one month, Facebook followers increased from approximately 2,000 to over 5,000, while YouTube subscribers rose from around 100 to 821. These findings confirm that mosque-based digital da‘wah is an effective community engagement strategy for strengthening the social capacity of Muslim communities in the digital era.