Labuan Nababan
STMIK KAPUTAMA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN BEDAH RUMAH KELUARGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE MOORA Labuan Nababan; Lamtiur Sinambela
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 2, No 2 (2018): EDISI JULI 2018
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.601 KB)

Abstract

Metode moora digunakan untuk menguji coba dalam menentukan kelayakan yang bertujuan untuk mengetahui akurasi dengan nilai yang diperoleh oleh sistem. Uji coba yang digunakan diberikan pada nilai bobot kriteria yang paling tinggi dan ujicoba modifikasi yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kriteria yang dapat ditambahkan.dimana system pendukung keputusan adalah suatu system yang dapatmenyelesaikan masalah yang terjadi didalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai tertinggi sampai terendah dalam sebuah seleks. Desa Bintang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sidikalang kabupaten Dairi Sumatra Utara. Dilihat dari sudut pandang perekonomian, pendidikan dan kehidupan sosial termasuk dalam zona masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah atau bisa dikatakan masyarakat kurang mampu. Belakangan ini pemerintah sering memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada keluarga yang kurang mampu yang dikelola oleh kepala desa. dikarenakan sangat sulit mendapatkan data-data yang akurat dan benar-benar nyata mengenai kemampuan masyarakat kurang mampu sehingga selama ini dalam pembagian kelayakan bedah rumah tidak tepat sasaran dan tidak merata, sehingga yang memperoleh bukannya orang yang kurang mampu atau rumahnya tidak layak huni melainkan keluarga mampu yang kehidupannya menengah ke atas. Sehingga kepala desa mengalami kesulitan dalam menentukan kelayakan bedah rumah. Dengan adanya kendala dan masalah tersebut, penulis meneliti karya ilmiah ini menggunakan system pendukung keputusan dengan penggunaan metode moora. Hal ini memberikan kemudahan pada kepala desa dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kriteria yang digunakan.
PENERAPAN METODE CPI DALAM PENENTUAN CARA TERBAIK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MENGAJAR (STUDI KASUS UPH MEDAN) Lamtiur Sinambela; Labuan Nababan; Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v6i2.258

Abstract

Proses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.