M. Khoirudin
MA Diponegoro Bandung Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Multikulturalisme Pendidikan di Masa Pandemi M. Khoirudin
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7606

Abstract

Tidak mudah untuk belajar di kelas online. Fasilitas dan sumber daya diperlukan di samping disiplin diri yang diperlukan untuk studi individu. Bersyukur kita masih bisa membekali anak-anak kita dengan gadget belajar seperti smartphone dan laptop serta pulsa untuk koneksi internet, tapi saya sudah mendengar dari banyak orang tua dan pendidik bahwa mereka mengalami kendala. Akibatnya, kesenjangan sosial ekonomi pandemi dapat meningkat sebagai akibat dari pendekatan pembelajaran online ini. Hampir tidak ada yang menyangka pandemi COVID-19 berdampak begitu signifikan terhadap pendidikan. Di Amerika Serikat, gagasan homeschooling tidak pernah diterima sebagai pilihan yang layak untuk pendidikan. Semakin banyak perguruan tinggi dan universitas sekarang menawarkan kursus online, meskipun sebagian besar program ini adalah untuk karyawan atau siswa yang sudah terdaftar di salah satu lembaga tersebut (kursus online). Contoh upaya pendidikan multikultural antara lain upaya membangun kurikulum berbasis lokal yang memasukkan informasi lokal. Padahal “tujuan pendidikan multikultural adalah untuk mempersiapkan peserta didik dengan sejumlah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam lingkungan budaya suku, bangsa, dan antarbudayanya. etnis lain”, pendidikan multikultural di sini hanya mempersiapkan peserta didik dengan kesadaran akan dirinya sendiri. budaya etnik sendiri. Mendidik anak didik dengan cara ini masih dianggap sebagai bentuk soft multiculturalism (kesadaran multikultural yang hanya di permukaan).