Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA Yustina Hong Lawing
Jurnal Magrobis Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan batubara dengan menggunakan alat-alat berat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, erosi dan sedimentasi. Pada lahan pasca tambang pH tanah menjadi sangat masam karena terkontaminasi logam berat. Kondisi ekstrim tersebut dapat diatasi dengan perbaikan kondisi tanah yaitu pengapuran atau penambahan bahan organik, memperbaiki sistem drainase untuk mencegah genangan air, dan penyiraman. Serta pemilihan jenis pohon yang tepat yang dapat beradaptasi dengan kondisi-kondisi ekstrim tersebut. Pemulihan lahan bekas tambang dengan pemberian pupuk organik dan anorganik dapat memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah pada lahan yang telah terganggu akibat kegiatan pertambangan sehingga sesuai dan berguna untuk kegiatan revegetasi. Pengelolaan tanah dengan pemberian pupuk yang tepat dapat memelihara lingkungan agar tetap berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi kualitas tanah setelah diberikan pupuk organik dan anorganik. Serta menganalisis tanah dengan mengamati pH tanah sebelum dan sesudah penelitian. Pemberian pupuk dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan P0 kontrol (tanpa pupuk), perlakuan P1 (Pupuk Organik 4 Kg), perlakuan P2 (Kapur Dolomit 100 gram), perlakuan P3 (NPK Mutiara 30 gram). Hasil menunjukkan pemberian kapur dolomit memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pH tanah yang semula sangat masam (4,66) menjadi agak masam (6,5), serta berpengaruh terhadap diameter tanaman, sedangkan pupuk organik (kompos Sapi) meningkatkan pH tanah menjadi agak masam (6,2) dan meningkatkan pertambahan tinggi tanaman. Sementara pupuk NPK meningkatkan pH tanah menjadi agak masam 5,8.
RECLAMATION OF FORMER COAL MINING LAND AT THE NORTHERN PIT OF CV. SEMOGA SURYA SENTOSA, SELUANG RIVER, SAMBOJA, EAST KALIMANTAN Yustina Hong Lawing; Merdi Handayani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2110

Abstract

The rehabilitation of post-mining land with low nutrient content is carried out using chemical and organic materials. To improve soil fertility, the application of fertilizers is required. Soil fertility is crucial as a medium for plant growth to enable replanting. Once the planting medium is available, it is then cultivated with plants suitable for the land conditions. The methodology of this study involved observing land conditions by examining soil structure, texture, and pH in the research area. The results showed that the soil texture belongs to the sandy clay loam or clay loam class, with a soil pH of 3.72. Soil improvement was carried out by applying dolomite lime at 100 grams per planting hole, requiring a total of 66.7 kilograms. Goat manure was applied at 2 kilograms per planting hole, with a total requirement of 133.4 kilograms for 667 trees. The tree species planted were Sengon (Paraserianthes falcataria) and Trembesi (Samanea saman).