Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of Reaction Time and Temperature on the Synthesis of Methyl Ester Sulfonate Surfactant from Palm Oil as a Feedstock using Microwave-Assisted Heating Lailatul Qadariyah; Sahiba Sahila; Mahfud Mahfud
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajche.63786

Abstract

Methyl ester sulfonate is an anionic surfactant that can be synthesized from palm oil as a raw material with the addition of sodium bisulfite and calcium oxide catalyst through transesterification and sulfonation process using microwave-assisted heating. The effect of microwave-assisted heating in the transesterification-sulfonation process was investigated in this study. The transesterification process was carried out using a microwave power of 300 watts for 10 minutes with an addition of a KOH catalyst of 1%. The transesterification process gave a result of palm oil methyl ester with a yield of up to 98% and density of 0.8546 gr/ml, and kinematic viscosity of 3.19 cSt. The sulfonation process is carried out using palm oil methyl ester and sodium bisulfite with a mole ratio of 1:3 and calcium oxide catalyst of 1.5% with the microwave power of 300 watts while varying the sulfonation time and temperature. The physicochemical properties of methyl ester sulfonate were analyzed, and the sulfonate group was characterized using FTIR. The optimum condition gave a yield of up to 98.68%, the density of 0.8657 gr/ml, viscosity of 3.75 cSt, pH of 2.12, and surface tension of up to 27.34 dyne/cm at a temperature of 100oC and sulfonation time of 40 minutes.
K-Means Clustering to Classify Indonesian Provinces Based on School Participation and Socio-Economic Indicators Nilam Novita Sari; Khaola Rachma Adzima; Sahiba Sahila; Tiara Husnul Khotimah
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i2.6657

Abstract

Education serves as a fundamental pillar in national development, as it not only enhances individual capacities but also improves overall social welfare. Despite this crucial role, Indonesia continues to face disparities in both access to and quality of education among its regions, as can be seen from variations in school participation indicators and socio-economic backgrounds. To analyze these differences, this study applied the K-Means Clustering method to categorize provinces in Indonesia using six variables: School Participation Rate, Net Enrollment Rate, Gross Enrollment Rate, Poverty Rate, High School Ratio, and Teacher Ratio. To identify the most suitable number of clusters, three validation indices were utilized, namely Dunn Index, C-Index, and Davies-Bouldin Index, with cluster counts tested from three to six. The results indicated that the best clustering solution was five clusters, as reflected in the highest Dunn Index (0.1569), lowest C-Index (0.0321), and lowest Davies-Bouldin Index (0.5062). The robustness of this clustering was further supported by the ratio between within-cluster and between-cluster standard deviation (S(w)/S(b) = 0.33). Each cluster revealed unique characteristics of education and socio-economic conditions, where Cluster 4 displayed the most favorable outcomes with high participation and low poverty levels, whereas Cluster 5 highlighted the weakest performance across all observed indicators.
PENGARUH RASIO KULIT JAGUNG DAN HVS TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS DAUR ULANG Aurelia Arsanda Salsabilla; Yoga Putra Pratama; Sahiba Sahila; Putri Trisa Azahra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13698

Abstract

Meningkatnya permintaan kertas mendorong pemanfaatan bahan baku alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah limbah sekam jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio sekam jagung dan limbah kertas HVS terhadap karakteristik kertas daur ulang dengan penambahan 5% CaCO₃. Metode eksperimental laboratorium digunakan dengan lima rasio komposisi sekam jagung dan limbah kertas HVS, yaitu 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, dan 90%:10%. Parameter yang dievaluasi meliputi pengamatan visual, gramatur, kekuatan tarik, dan penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam jagung menurunkan nilai gramatur dari 143,94 g/m² menjadi 73,18 g/m², sedangkan kekuatan tarik meningkat dari 1,00 N/mm² menjadi 2,95 N/mm². Penyerapan air menurun menjadi 5,35 detik pada komposisi 50%:50% dan meningkat kembali pada proporsi sekam jagung yang lebih tinggi. Pengamatan visual menunjukkan bahwa kandungan sekam jagung yang lebih tinggi menghasilkan warna yang lebih kekuningan dan tekstur permukaan yang lebih kasar. Secara keseluruhan, sekam jagung dan kertas bekas HVS berpotensi sebagai bahan baku alternatif untuk produksi kertas daur ulang yang ramah lingkungan.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI GUM ARABIC TERHADAP NILAI VISKOSITAS TINTA CETAK SARING BERBAHAN DASAR AMPAS KOPI Rachel Aulia Putri; Yoga Putra Pratama; Sahiba Sahila
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13859

Abstract

Ampas kopi merupakan salah satu limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk tinta cetak saring yang ramah lingkungan. Gum arabic umum digunakan sebagai bahan pengikat (binder) untuk meningkatkan daya ikat pigmen dan mengatur viskositas tinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gum arabic terhadap viskositas tinta cetak saring berbahan dasar ampas kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membuat formulasi tinta menggunakan variasi konsentrasi gum arabic sebesar 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11%. Pengujian viskositas dilakukan menggunakan Zahn Cup No. 4 dengan mengukur waktu alir tinta dalam satuan detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gum arabic memengaruhi waktu alir tinta. Tinta konvensional memiliki rata-rata waktu alir sebesar 17,24 detik, sedangkan waktu alir tercepat diperoleh pada formulasi gum arabic 5% sebesar 8,16 detik. Formulasi gum arabic 7% menghasilkan rata-rata waktu alir tertinggi sebesar 18,99 detik dan merupakan nilai yang paling mendekati tinta konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi gum arabic berpengaruh terhadap viskositas tinta cetak saring berbahan dasar ampas kopi, dengan konsentrasi optimum pada penelitian ini yaitu 7%.
PENGARUH RASIO KULIT JAGUNG DAN HVS TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS DAUR ULANG Aurelia Arsanda Salsabilla; Yoga Putra Pratama; Sahiba Sahila; Putri Trisa Azahra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13698

Abstract

Meningkatnya permintaan kertas mendorong pemanfaatan bahan baku alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah limbah sekam jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio sekam jagung dan limbah kertas HVS terhadap karakteristik kertas daur ulang dengan penambahan 5% CaCO₃. Metode eksperimental laboratorium digunakan dengan lima rasio komposisi sekam jagung dan limbah kertas HVS, yaitu 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, dan 90%:10%. Parameter yang dievaluasi meliputi pengamatan visual, gramatur, kekuatan tarik, dan penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam jagung menurunkan nilai gramatur dari 143,94 g/m² menjadi 73,18 g/m², sedangkan kekuatan tarik meningkat dari 1,00 N/mm² menjadi 2,95 N/mm². Penyerapan air menurun menjadi 5,35 detik pada komposisi 50%:50% dan meningkat kembali pada proporsi sekam jagung yang lebih tinggi. Pengamatan visual menunjukkan bahwa kandungan sekam jagung yang lebih tinggi menghasilkan warna yang lebih kekuningan dan tekstur permukaan yang lebih kasar. Secara keseluruhan, sekam jagung dan kertas bekas HVS berpotensi sebagai bahan baku alternatif untuk produksi kertas daur ulang yang ramah lingkungan.