Upaya pemerintah untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk yang sangat cepat ini dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mencanangkan Program Keluarga Berencana (KB) yang dimulai sejak tahun 1970. Berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2018, pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di wilayah kerja Puskesmas Kampar masih rendah terdapat 4826 akseptor KB aktif yang menggunakan AKDR yaitu sebanyak 108 orang atau 2,23%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan penggunaan AKDR di desa Penyasawan wilayah kerja Puskesmas Kampar tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan sekunder. Populasinya seluruh akseptor KB aktif di desa Penyasawan. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 86 responden. Analisa data penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini yaitu variabel tingkat kecemasan dengan nilai P-Value = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat kecemasan memiliki hubungan dengan penggunaan AKDR. Diharapkan kepada bidan desa Penyasawan agar dapat melakukan upaya yang lebih terencana dan efektif dalam memberikan penyuluhan dan konseling keluarga berencana bagi calon maupun akseptor KB.