Duma Sari Lubis
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM HIJAU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PMB ROSMIDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis; Ella Arsita
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari 11 gr/dl. Menurut data Riskesdas diperkirakan 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Dampak anemia pada ibu hamil sangat besar terhadap kesehatan kesejahteraan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untk mengetahui pengaruh pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di PMB Rosmidah Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest and posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita anemia ringan dan sedang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengonsumsi jus bayam hijau. Selisih mean sebelum dan setelah diberi jus bayam hijau adalah 3,24. Berdasarkan uji Wilcoxon test didapatkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan p = 0,000 < 0,05. Disarankan ibu hamil agar dapat mengkonsumsi jus bayam hijau secara teratur maupun makanan tinggi Fe lainnya, kepada tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan ataupun pada kegiatan kelas antenatal
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK DAN KAMPAR TAHUN 2020 Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2). Penyakit ini ditularkan melalui manusia ke manusia dimana sebagian besar orang yang terinfeksi COVID 19 akan mengalami penyakit pernapasan, ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Bagi penderita gangguan pernafasan berat memerlukan penanganan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19. Individu yang paling beresiko terinfeksi adalah mereka yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID 19, seperti bidan yang menjalankan Praktik Mandiri. Bidan waib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan rekomendasi Kemenkes. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan rancangan Cross Sectional.Sampel penelitian ini adalah bidan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuok dan Kampar yang memenuhi kritei inklusi dan eksklusi. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan lembar observasi. Uji statistic yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan bidan dalam penggunaan APD dengan nilai P Value 0.015. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu mengupgrade pengetahuan khususnya terkait penggunan APD sehingga semakin tinggi pengetahuan maka akan diikuti oleh meningkatnya kepatuhan.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM HIJAU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PMB ROSMIDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis; Ella Arsita
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari 11 gr/dl. Menurut data Riskesdas diperkirakan 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Dampak anemia pada ibu hamil sangat besar terhadap kesehatan kesejahteraan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untk mengetahui pengaruh pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di PMB Rosmidah Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest and posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita anemia ringan dan sedang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengonsumsi jus bayam hijau. Selisih mean sebelum dan setelah diberi jus bayam hijau adalah 3,24. Berdasarkan uji Wilcoxon test didapatkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan p = 0,000 < 0,05. Disarankan ibu hamil agar dapat mengkonsumsi jus bayam hijau secara teratur maupun makanan tinggi Fe lainnya, kepada tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan ataupun pada kegiatan kelas antenatal
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK DAN KAMPAR TAHUN 2020 Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2). Penyakit ini ditularkan melalui manusia ke manusia dimana sebagian besar orang yang terinfeksi COVID 19 akan mengalami penyakit pernapasan, ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Bagi penderita gangguan pernafasan berat memerlukan penanganan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19. Individu yang paling beresiko terinfeksi adalah mereka yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID 19, seperti bidan yang menjalankan Praktik Mandiri. Bidan waib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan rekomendasi Kemenkes. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan rancangan Cross Sectional.Sampel penelitian ini adalah bidan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuok dan Kampar yang memenuhi kritei inklusi dan eksklusi. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan lembar observasi. Uji statistic yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan bidan dalam penggunaan APD dengan nilai P Value 0.015. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu mengupgrade pengetahuan khususnya terkait penggunan APD sehingga semakin tinggi pengetahuan maka akan diikuti oleh meningkatnya kepatuhan.