Pada proses pendidikan mampu mempengaruhi baik kecerdasan intelektual maupun emosional. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengendaikan emosi dari dalam diri sendiri sehingga dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan dengan baik. Siswa yang mempunyai kecerdasan emosional yang kuat akan di ikuti dengan munculnya kemandirian belajar dan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu populasi yang diambil adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Kota Jambi dengan menggunakan teknik random sampling yaitu teknik pengambilan anggota sampel secara acak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Kota Jambi, sebanyak 70 siswa dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data mengunakan kuesioner/angket untuk kecerdasan emosional dan kemandirian belajar, tes untuk kemampuan berpikir kreatif. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,07 sehingga termasuk dalam kategori lemah; (2) tidak terdapat pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,08 sehingga termasuk dalam kategori sangat lemah; (3) terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,15 sehingga termasuk dalam kategori lemah. Kecerdasan emosional dan kemandirian belajar berpengaruh sebanyak 2,8% terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMPN 2 Kota Jambi sedangkan selebihnya 97,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.