Predikat generasi sahabat sebagai generasi terbaik, adalah karena mereka produk pertama umat Islam yang dididik langsung oleh Nabi Muhammad saw. Sekalipun demikian, sebagai manusia biasa para sahabat tidak terbebas dari melakukan kesalahan dan dosa. Keadilan sahabat menjadi dipertanyakan mengingat banyaknya fakta sejarah yang mencoreng kredibilitas sahabat sebagai generasi terbaik. Keadilan para sahabat memang mendapat jaminan dari Alquran atau Hadis. Keadilan sahabat itu jelas belum dikatakan absolut berlaku pada masa awal-awal pembentukan tasyrik. Keadilan itu hanya berlaku setelah para sahabat memiliki tingkat kematangan dan kemapanan agama yang baik. Secara umum dapat dikatakan sahabat Nabi sebagai generasi yang adil, namun, secara individu ada di antara sahabat yang tetap pernah terlibat dengan kasus pendustaan terhadap nabi, atau mereka yang terlibat dalam kasus poltik atau kasus asusila.Implikasinya, semua generasi dapat menjadi generasi terbaik, selama mereka patuh dan taat kepada aturan-aturan Islam.Untuk menerapkan kaedah semua sahabatĀ adil yakni dalam memposisikan generasi sahabat secara umum, tetapi dalam mengkritisi pribadi sahabat, maka setiap individu harus diteliti tingkat akurasinya, sesuai dengan tingkat kematangan spiritual, intelegensi, kestabilan emosi, dan kemampuan mereka mengendalikan hawa nafsu.