Muhammad Ali
Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASBAB WURUD AL-HADITS Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.851 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i1.7143

Abstract

Artikel ini membahas mengenai asbab wurud al-hadits. Sebagai salah satu disiplin ilmu dalam studi hadis, asbab al-wurud mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam rangka memahami maksud suatu hadis secara lebih baik. Pemahaman yang mengabaikan asbab al-wurud, cenderung dapat terjebak kepada arti tekstual saja dan bahkan dapat membawa pemahaman yang keliru. Melalui metode analisis isi penulis menarik kesimpulan bahwa dari beberapa definisi asbab al-wurud yang telah dikemukakan oleh para ulama dapat disimpulkan bahwa pengertian asbab al-wurud tersebut lebih mengacu pada asbab al-wurud al-khash (asbab al-wurud mikro). Di antara fungsi dari mengetahui asbab al-wurud adalah untuk menentukan ada tidaknya takhsish dalam suatu hadis yang umum, membatasi kemutlakan suatu hadis, merinci yang masih global, menentukan ada tidaknya nasikh-mansukh dalam hadis, mejelaskan ‘illat ditetapkannya suatu hukum, dan menjelaskan hadis yang sulit dipahami (musykil).
KAJIAN SANAD Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.698 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7177

Abstract

Pada tradisi awal Islam Sanad  hadis sudah dipergunakan sejak  para dan merupakan tradisi ilmiah dan sistem periwayatan yang dapat dipertahankan dan dipertanggung jawabkan. Unsur-unsur sanad dalam periwayatan hadis adalah  bagian yang sangat penting baik dalam menentukan kualitas hadis maupun dari segi kuantitasnya. Metodode yang digunakan pada karya ilmiah ini adalah analisis teori. Pada tinjauan historis, sanad digunakan oleh agama Yahudi atau terdapat dalam kitab yahudi, Mishnah, termasuk  masyarakat Jahiliyah dalam menuturkan silsila dan syair-syair mereka juga menggunakan metode sanad meskipun  tidak jelas sejauh mana metode itu diperlukan. Para ulama hadis Sanad hadis merupakan bagian dari agama. 
SEJARAH DAN KEDUDUKAN SANAD DALAM HADIS NABI Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.152 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i1.7191

Abstract

Sanad hadis dipergunakan sejak para Sahabat Nabi merupakan suatu tradisi ilmiah dan sistem periwayatan yang dapat dipertahankan dan dipertanggung jawabkan. Unsur-unsur sanad dalam periwayatan hadis adalah bagian yang sangat penting baik dalam menentukan kualitas hadis maupun dari segi kuantitasnya. Dalam tinjauan sejarah, sebelum Islam sanad telah digunakan oleh agama Yahudi atau terdapat dalam kitab Yahudi, Mishnah, termasuk masyarakat Jahiliyah dalam menuturkan silsila dan syair-syair mereka juga menggunakan metode sanad. Namun setelah Islam datang sanad dalam hadis jauh lebih metodologis dalam penggunaan periwayatan hadis. Pernyataan ini telah di tahqiq oleh para ulama hadis “Sanad hadis merupakan bagian dari agama”