Ansietas atau kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh rasa takut serta gejala fisik yang menegangkan serta tidak diinginkan, gejala tersebut merupakan respons terhadap stres yang normal dan sesuai, tetapi menjadi patologis bila tidak sesuai dengan tingkat keparahan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis. Populasi penelitian ini seluruh pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis RSUD Bengkalis dengan sampel sebanyak 30 orang Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Nopember s.d 03 Desember 2016. Jenis Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat (central tendency) dan bivariate (uji chi square). Hasil univariat lebih dari separuh responden mengalami cemas yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), pengetahuan kurang sebanyak 20 orang (66,7%), pengalaman yang kurang sebanyak 21 orang (70%), dan tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 18 orang (60,0%) dan hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,045), pengalaman ( p value 0,015), dan dukungan keluarga (p value 0,024) dengan kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisis di RSUD Bengkalis. Di harapkan pihak rumah sakit terutama petugas agar memberikan dukungan pasien seperti memperbolehkan 1 orang keluarga terdekat untuk menemani pasien selama cuci darah berlangsung dan mendengarkan keluhan agar dapat membatu psikologis pasien yang akan menjalani terapi hemodialisis dan memberikan informasi berupa pengetahuan yang akan menjadikan pengalaman yang berharga bagi pasien sehingga secara emosional pasien tidak mengalami kecemasan