p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
DEWI SULASTRI JUWITA
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR KETIDAKIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR MENJADI AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2021 YENNY SAFITRI; DEWI SULASTRI JUWITA; REZA DESRIANTI; ISLAMIATI ISLAMIATI
Jurnal Ners Vol. 5 No. 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v5i2.1773

Abstract

Keluarga berencana memiliki peranan dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, menunda kehamilan atau membatasi kehamilan. Pasangan usia subur (PUS) merupakan pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakikutsertaan pasangan usia subur menjadi akseptor KB di wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di 3 (tiga) desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur (PUS) di 3 (tiga) Desa wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Tahun 2019 dengan jumlah 3.571 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasangan usia subur (PUS) di 3 (tiga) Desa wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar yang berjumlah 174 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa ada hubungan antara umur dengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara jumlah anak dengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara pengetahundengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB, ada hubungan antara dukungan suamidengan keikutsertaan responden menjadi akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Bagi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Kecamatan Kampar untuk diharapkan meningkatkan upaya menanggulangi ketidakikutsertaan pasangan usia subur untuk menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB) dengan cara mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan efek samping KB pada PUS di seluruh wilayah Kecamatan Kampar
PENGARUH KOMPRES BUNGA MELATI TERHADAP SUHU TUBUH BALITA DENGAN HIPERTERMI DI DESA RIDAN PERMAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2021 YENNY SAFITRI; DEWI SULASTRI JUWITA; FIKRI APRIYANDI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.1983

Abstract

Banyak faktor penyebab timbulnya demam pada balita. Demam juga bisa membahayakan balita jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dampak lain dari demam bisa terjadi kejang dan penurunan kesadaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres bunga melati terhadap suhu tubuh balita dengan hipertermi di Desa Ridan Permai. Jenis penelitian ini menggunakan quasi exsperimet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang menderita yang berjumlah 3876 orang dengan sampel sebanyak 20 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa rerata suhu tubuh sebelum pemberian kompres bunga melati adalah 37,76 dan setelah dilakukan pemberian kompres bunga melati rerata suhu tubuh 36,80. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000, disimpulkan bahwa ada pengarus kompres bunga melati dalam menurunkan suhu tubuh pada balita. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi ibu yang mempunyai balita untuk menambah pengetahuan dalam menurunkan demam pada balita.