Surya Wibawa -
STKIP Budidaya Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN NILAI DALAM KELUARGA TERHADAP SIKAP DEMOKRATIS PADA SISWA KELAS X SMK SWASTA DWI TUNGGAL TAHUN AJARAN 2017-2018 Surya Wibawa -
Jurnal Serunai Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Serunai Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Budidaya Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.328 KB) | DOI: 10.37755/jspk.v8i1.139

Abstract

Penelitian ini  mengkaji tentang pengaruh pendidikan  nilai dalam keluarga terhadap  sikap demoratis. Pembahsaan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui  adalah pengaruhnya antara pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap demokratis siswa. Untuk memperoleh  data yang representatif  dalam pembahasan  penelitian ini, penulis  menggunakan teknik  pengumpulan data melalui observasi dan angket data yang berhasil  diperoleh  oleh penulis   kemudian diolah melalui tahapan editing, scoring,   dan tabulating.  Kemudian  untuk penelitian ini penulis  memasukkan  hasil penjumlahan  skor angket  kedalam rumus “r”  product moment. Setelah angka  korelasinya  diketahui penulis kemudian mencocokkan dengan tabel nilai “r” product moment  sehingga dapat diektahui  apakah terdapat hubungan yang signifikan  antara variabel  pendidikan  nilai dalam keluarga dan variabel sikap demokratis siswa, atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabal. Adapun jenis penelitian dalam penulisan  skripsi ini adalah kuantitatif.   Hasil penelitian  ini menunjkukkan bahwa Pengaruh Pendidikan Nilai Dalam Keluarga Terhadap Sikap Demokratis  Pada Siswa kelas  X SMK  Swasta Dwi Tunggal Tahun Ajaran 2017-2018, tergolong  sedang atau   cukup ini terlihat  dari penghitungan  koefisien  korelasi antara pendidikan nilai dalam keluarga dengan sikap  demokratis yang menggunakan rumus Pearson Product Moment, ternyata   angka korelasi antara variabel x dan variabel Y tidak bertanda negatif, yang berarti   antara kedua variabel tersebut terdapat korelasi   positif  jadi terdapat pengaruhnya. Dengan  memperhitungkan  besarnya rxy (yaitu : 0,642) yang besarnya  berkisar antara 0,40-0,70, berarti   korelasi positif antara variabel X dan variabel Y  itu adalah termasuk korelasi  positif yang sedang atau cukup.
PEMILIHAN KETUA OSIS DALAM MEMBANGUN KESADARAN SISWA UNTUK MENGGUNAKAN HAK DEMOKRASI DI SMA NEGERI 7 BINJAI Surya Wibawa -
Jurnal Serunai Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SERUNAI PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (MARET 2020)
Publisher : STKIP Budidaya Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37755/jspk.v9i1.270

Abstract

Pemilih pemula adalah mereka yang telah berusia 17-21 tahun, mayoritas pemilih pemula adalah pelajar (SMA), mahasiswa dan pekerja muda yang telah memiliki hak suara dan tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pengertian ini menitik beratkan pada interaksi antar siswa dalam pelaksanaan pemilihan osis disekolah dalam mengajarkan partisipasi aktif untuk menggunakan hak demokrasinya. Identifikasi masalah dalam penelitian adalah rendahnya kesadaran siswa sebagai pemilih pemula, rendahnya pemahaman siswa dalam menggunakan hak demokrasi dan kurangnya partisipasi aktif pemilih pemula dalam pemilihan ketua osis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemahaman siswa terhadap pemilihan ketua osis dalam membangun kesadaran untuk menggunakaan hak demokrasi di sma negeri 7 binjai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan ketua osis dalam membangun kesadaran untuk  menggunakan hak demokrasinya sebagai pemilih pemula pada pilkada mendatang dalam konteks berdemokrasi dan penerapan sekolah sebagai laboratorium demokrasi.Penelitian mengambil sampel siswa SMA Negeri 7 Binjai kelas X IPA-1. Responden adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran PKn, calon ketua osis, dan perwakilan siswa yang telah melaksanakan kegiatan pemilihan osis di SMA Negeri 7 Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodologi observasi, wawancara langsung dan pengisian angket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa siswa harus mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi dalam berdemokrasi agar mereka dapat menggunakan hak demokrasinya sebagai awalan untuk menghadapi situasi dalam dunia politik, yakni pada saat pemilihan umum mendatang.