Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi: Kajian Psikologi Sastra M. Safii
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.968 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan mengungkapkan struktur yang membangun novel dan aspek kepribadian tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi. Untuk mengetahui aspek kepribadian tokoh Alif Fikri digunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek kepribadian tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara (2009) dan Ranah Tiga Warna (2011) Karya A. Fuadi. Data yang dipakai menggunakan data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat yang digunakan adalah teknik membaca heuristic dan hermeneustik. Secara struktur dapat disimpulkan bahwa tema dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi adalah “kesabaran dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu akan berbuah kesuksesan”. Alur dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna menggunakan alur campuran. Tokoh dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna yaitu terdiri tokoh utama (Alif Fikri) dan tokoh tambahan (Amak, Ayah, Randai, Atang, Raja, Said, Baso, Dulmajid, Raisya, dan Bang Togar). Latar tempat dalam Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna menggunakan daerah tempat (Maninjau, Bukittinggi Sumatera Barat, Ponorogo Jawa Timur, Bandung, Washington Amerika Serikat, Canada, dan London Inggris). Latar waktu yang diperkirakan mulai tahun, 1988 sampai 2003, dan latar social (kehidupan keluarga sederhana yang Islami dengan berpadu budaya Sumatera Barat, Jawa Timur serta suasan lingkungan pendidikan). Secara psikologis tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi, dianalisis menggunkana teori kepribadian Sigmund Freud; (1) Tokoh Alif Fikri dilihat dari segi insting mempunyai insting hidup dan insting mati, (2) Dari segi distribusi dan pemakian energy, tokoh Alif Fikri mempunyai energy Superego lebih besar daripada energy yang diberikan id dan ego, (3) Tokoh Alif Fikri mengalami pengaruh alam bawah sadar yang besar karena adanya tekanan, (4) Tokoh Alif Fikri mempunyai kecemasan dalam kehidupan yang dijalaninya, (5) Tokoh Alif Fikri mempunyai teori mimpi dalam kehidupannya yang digunakan sebagai motivasi dalam hidupnya. Alif Fikri adalah tokoh yang memiliki kepribadian; (1) Taat kepada Allah SWT, dan kedua orang tua, (2) Mandiri, (3) Tidak memiliki pendirian yang kuat, (4) Pantang menyerah
Female Masculinities in Kevin Kwan’s Crazy Rich Asians: Power, Courage, Leadership, and The Reconfiguration of Gender Identity Nur Latifah; Zulfan Sahri; Nurbaiti Ali; M. Safii
JOURNAL OF LANGUAGE Vol 8, No 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jol.v8i1.13209

Abstract

This research analyses the portrayal of masculine qualities in female characters in Kevin Kwan's novel Crazy Rich Asians. Masculinity and femininity are socially constructed gender identities often associated exclusively with men and women respectively. However, scholars argue that masculinity does not belong solely to men and can be produced by women as well. While previous studies have examined gender representation in literature, limited attention has been given to how contemporary Asian popular fiction portrays female masculinity within the cultural tension between traditional Asian values and modern individualism. This study addresses that gap. Using Peter Lehman's masculinity theory as an analytical framework—identifying power, leadership, courage, and heroism—this research examines four female characters. The findings demonstrate that all four masculine qualities are present. Power is portrayed through Rachel Chu's ability to influence others and Eleanor Young's social dominance. Leadership is demonstrated by Eleanor Young's confident command. Courage is exhibited by Kerry Chu's defiance of societal expectations and Astrid Leong's bravery in confronting infidelity. Heroism is shown through Astrid Leong's concern for others and a maid who risked her livelihood to expose a harmful plot. This research demonstrates that masculine qualities are not biologically determined but socially constructed, challenging rigid gender stereotypes and redefining female identity as capable of integrating both feminine and masculine traits.