Heny Suseani Pangastuti
Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Risiko Kejadian Kardiovaskular pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Fiska Nur Aini; Anggi Lukman Wicaksana; Heny Suseani Pangastuti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.439 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.191

Abstract

ABSTRAKIndividu dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko dua hingga tiga kali lipat terjadinya risiko kejadian kardiovaskular, yaitu serangan jantung atau stroke. Organisasi kesehatan dunia dan masyarakat international hipertensi mengembangkan alat untuk memprediksi tingkat risiko kejadian kardiovaskular dalam kurun waktu sepuluh tahun yang akan datang. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkatan risiko kardiovaskular pada penyandang diabetes tipe 2 dalam sepuluh tahun mendatang di Yogyakarta. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan di Puskesmas Depok, Yogyakarta dengan menggunakan teknik proportional sampling pada tiga Puskesmas Depok. Responden penelitian yaitu pasien terdiagnosis diabetes tipe 2, berusia 40-79 tahun, dan tidak memiliki komplikasi atau penyakit lain. Instrumen yang digunakan yaitu WHO/ISH risk prediction charts wilayah Indonesia (SEAR B) untuk menilai tingkatan risiko kejadian kardiovaskular. Data diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko kejadian kardiovaskuler yang dimiliki. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Sejumlah 66 responden terlibat dengan mayoritas responden adalah perempuan, tidak bekerja, menikah dan rerata usia 61,02 ± 8,86. Tingkat risiko kejadian kardiovaskular penyandang diabetes tipe 2 di Puskesmas Depok, Yogyakarta dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang yaitu risiko rendah 56,1%; risiko sedang 30,3%; risiko tinggi 9,1%; dan risiko sangat tinggi 4,5%. Lebih dari separuh responden memiliki risiko rendah (<10%) terkena serangan jantung atau stroke dalam waktu sepuluh tahun mendatang. Selain itu, satu dari tiga responden memiliki risiko sedang (10-20%) terjadi serangan jantung atau stroke. Kesimpulan: Separuh dari responden penyandang diabetes memiliki risiko non-fatal kejadian kardiovaskular.Kata Kunci: diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, insidenRisk Level of Cardiovascular Event Among Type 2 Diabetes Mellitus ABSTRACTIndividuals with type 2 diabetes have two to three times risk of cardiovascular event, as heart and stroke attack. World Health Organization and International Society of Hypertension had developed a prediction method of the risk level of cardiovascular event for the following ten years. Objective: This study aimed to identify the risk level of cardiovascular event over the next ten years on people with type 2 diabetes in Yogyakarta. Method: The study used a cross-sectional design in three Public Health Centers Depok, Yogyakarta using proportional sampling technique. The respondents were patients diagnosed with type 2 diabetes, age of 40-79 years, and no comorbidity. The WHO/ISH risk prediction charts for diabetes population in Indonesian (SEAR B) was used to assess the risk level of cardiovascular event. Data was analyzed with univariae analysis. Results: A total of 66 respondents were recruited after reviewing eligibility criteria. The majority of the respondents were women, unemployed, married, and the average age was 61.02 ± 8.86. The risk levels of cardiovascular event among participants in the next ten years were gradually low risk (56.1%); moderate risk (30.3%); high risk (9.1%); and very high risk (4.5%). More than a half of participants had low risk or less than 10% for being cardiovascular event in the following ten years. Furthermore, one third of participants had moderate risk or 10-20% developing cardiac arrest or stroke attack. Conclusion: A half of diabetes participants had non-fatal risk of cardiovascular event.Keywords: type 2 diabetes, cardiovascular disease, incidence
Kualitas Hidup Peserta Prolanis Diabetes Tipe 2 di Yogyakarta Ni Putu Ayu Noviyantini; Anggi Lukman Wicaksana; Heny Suseani Pangastuti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.699 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i2.183

Abstract

ABSTRAKDiabetes merupakan penyakit metabolik yang dapat berpengaruh pada kualitas hidup. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes melalui Prolanis. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup peserta Prolanis diabetes tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Responden penelitian ini adalah peserta Prolanis diabetes tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta berjumlah 85 orang, diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengkaji kualitias hidup adalah Diabetes Quality of Life-Brief Clinical Inventory. Analisis data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Rerata kualitas hidup peserta Prolanis diabetes tipe 2 adalah 3,84 ± 0,51. Angka tersebut relatif mendekati nilai optimal yang menunjukkan kualitas hidup baik. Rerata kualitas hidup berdasarkan karakteristik demografi ditemukan bahwa pada kelompok usia dewasa akhir (≥ 60 tahun), berjenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMP, tidak bekerja, berstatus menikah, berpenghasilan 2 juta - 4 juta, lama menyandang diabetes selama <5 tahun, mengikuti Prolanis ≥ 6 bulan, dan tidak memiliki penyakit penyerta menunjukkan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Kualitas hidup peserta Prolanis diabetes tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta dalam kategori baik.Kata Kunci: diabetes mellitus, diabetes tipe 2, kualitas hidup, Prolanis Quality of Life Among Prolanis Members of Type 2 Diabetes in Yogyakarta ABSTRACTDiabetes is a metabolic disease that will affect quality of life. Implementing Prolanis is the current effort of the Indonesian government to improve the quality of life for people with diabetes. Objective: The research aimed to determine the quality of life for Prolanis members of type 2 diabetes in Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta. Method: It was a quantitativedescriptive study with a cross-sectional design. Respondents involved were Prolanis members of type 2 diabetes in Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta. We recruited 85 respondents using total sampling technique. Diabetes quality of life-brief clinical inventory assessed quality of life among respondents. The analysis was presented in a distributionfrequency table. Results: The average quality of life of Prolanis type 2 diabetes participants was 3.84 ± 0.51, relatively closed with the optimal number, which indicated good quality of life. The average quality of life based on the demographic characteristics revealed the age group of late adult, male, junior high school alumnae, unemployed person, marriage, income 2 - 4 million, having diabetes for <5 years, following Prolanis ≥ 6 months, and no comorbidity indicated good category of quality of life. Conclusion: Prolanis members of type 2 diabetes in Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta have good category of quality of life.Keywords: diabetes mellitus, Prolanis, quality of life, type 2 diabetes